Memperbaiki pelek motor yang peang ke tukang servis memang bisa menjadi solusi lebih hemat dibanding langsung mengganti baru. Namun, setelah proses pres selesai dilakukan, ada beberapa hal penting yang wajib dipastikan agar motor tetap aman dan nyaman digunakan. Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, diler motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, menegaskan pentingnya mengecek hasil akhir perbaikan. Honda PCX 160 RoadSync di Bali “Setelah dipres, cek apakah putarannya masih stabil. Pelek yang tidak seimbang bikin motor getar dan ban cepat aus tidak merata,” ujar Wahyu, kepada Kompas.com (28/2/2026). Artinya, pemilik motor sebaiknya tidak langsung puas hanya karena bentuk pelek terlihat kembali normal. Putaran roda harus benar-benar stabil saat diuji, baik dengan cara diputar di standar tengah maupun saat diuji jalan. Jika masih terasa getar di setang atau bodi motor, bisa jadi pelek belum presisi sempurna. Pelek motor aftermarket keluaran VRossi Selain kestabilan, aspek struktur material juga perlu menjadi perhatian. Wahyu mengingatkan bahwa proses pres tertentu berpotensi memengaruhi kekuatan logam. “Struktur Material Proses pres (terutama jika menggunakan panas) bisa mengubah tingkat kekerasan logam (metal fatigue). Pelek jadi lebih gampang peang lagi jika kena lubang di kemudian hari,” ucap Wahyu. Karena itu, penting memastikan metode yang digunakan bengkel. Proses dengan pemanasan ekstrem berisiko menurunkan daya tahan pelek dalam jangka panjang. Namun, teknik yang tepat bisa meminimalkan risiko tersebut. Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor, spesialis perbaikan pelek dan segitiga motor di Tanah Baru, Beji, Depok, mengatakan bahwa penyebab utama kerusakan pelek saat musim hujan karena lubang di jalan. “Tapi tukang pres profesional biasanya menggunakan alat hidrolik untuk mengembalikan bentuknya tanpa dipanaskan secara ekstrem,” kata dia. Dengan metode hidrolik yang tepat, bentuk pelek bisa dikembalikan mendekati standar tanpa mengorbankan terlalu banyak kekuatan material. Meski begitu, pemilik motor tetap perlu lebih berhati-hati saat berkendara setelah pelek pernah dipres, terutama saat melintasi jalan berlubang. Secara umum, pres pelek motor relatif aman dan bisa menjadi pilihan rasional ketika terjadi kerusakan ringan hingga sedang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang