Musim hujan membuat udara di sekitar menjadi lebih dingin. Hal tersebut kerap berpengaruh terhadap tekanan pada ban motor. Dampaknya, tekanan udara di dalam ban bisa menurun karena terjadi penyusutan volume. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan tekanan ban motor lebih intensif agar dapat menghindari risiko di jalan saat musim hujan. Gio, pemilik bengkel sepeda motor Giovani Motor Cawas, Klaten mengatakan, saat musim hujan atau dingin tekanan udara ban bisa berkurang meski tak ada kebocoran, maka dari itu perlu ditambah. “Ban yang kurang tekanan udaranya akan mengalami panas lebih cepat saat motor dipakai, karena konstruksinya mengalami perubahan bentuk berlebih dan durasinya lama, bila dibiarkan lama-lama bisa pecah atau bocor,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Sabtu (17/1/2026). Dinding ban akan tampak lebih elastis saat roda berputar, terutama di bagian bawah. Kondisi tersebut akan membuat ban cepat panas, karena roda selalu berputar. Siklus perubahan bentuk tersebut, dapat menghasilkan gesekan internal pada konstruksi ban, sehingga cepat panas. Akan lebih bahaya ketika motor dalam kecepatan tinggi. Ilustrasi pemeriksaan ban motor Selain itu, luas penampang permukaan ban yang menapak pada permukaan jalan jadi lebih lebar. Akibatnya gesekan bertambah dan lebih cepat menghasilkan panas. “Ban kurang angin membuat motor terasa berat, hambatannya bertambah, semakin besar gaya yang dibutuhkan untuk bergerak, semakin banyak energi terbuang, sehingga motor jadi lebih boros BBM,” ucap Gio. Maka dari itu, tekanan udara ban pada motor harus dipastikan sesuai muatan dan penumpang saat musim hujan, agar tidak terjadi kerusakan ban dalam waktu lebih singkat. Ilustrasi berkendara motor saat hujan. Agus, Service Advisor Ahass Cawas Klaten mengatakan, tekanan udara ban pada motor perlu diperhatikan sebelum perjalanan, terutama dengan jarak tempuh yang jauh. “Idealnya, tekanan udara ban 29 Psi untuk roda depan, dan 33 Psi untuk roda belakang, ini bisa disesuaikan bila motor dipakai boncengan atau mengangkut barang,” ucap Agus kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Bila motor dipakai muatan atau boncengan, tekanan udara ban belakang bisa ditambah, menjadi 35 Psi. Tujuannya untuk memberikan jarak ideal antara pelek dengan permukaan jalan. “Ban kempis akan mengalami perubahan bentuk, sehingga kurang mampu menopang beban muatan, pelek jadi rawan membentur permukaan jalan,” ucap Agus. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang