Berkendara di tanjakan membutuhkan teknik yang benar agar kendaraan tetap aman dan komponen tetap awet. Namun, masih banyak pengemudi yang keliru dengan menahan mobil tetap diam di tanjakan menggunakan pedal gas saat berhenti. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan, gesekan yang terjadi saat mobil ditahan di tanjakan menggunakan pedal gas dapat membuat suhu oli transmisi naik lebih cepat dari kondisi normal. Ketika temperatur oli terlalu tinggi, kemampuannya dalam melumasi sekaligus melindungi komponen di dalam transmisi akan menurun. “Dalam jangka panjang, panas berlebih mempercepat keausan kopling transmisi. Risiko selip transmisi dan penurunan performa pun menjadi lebih besar,” ucap Imun kepada Kompas.com, belum lama ini. Tanjakan Spongebob di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menjadi pilihan jalan alternatif ratusan kendaraan wisatawan untuk melangsungkan perjalanan arus balik menuju Kota Bandung, Senin (1/1/2024). Kebiasaan menahan mobil di tanjakan dengan mengandalkan pedal gas dapat mempercepat keausan kampas kopling, bahkan memicu munculnya bau gosong akibat panas dan gesekan berlebih. “Kalau di mobil matik, perbaikannya tidak cukup hanya ganti kampas dan pegas kopling, tapi harus turun transmisi, dan kerusakan bisa melibatkan komponen lebih banyak, khususnya kelompok kopling,” ucap Imun. Selain berpotensi merusak komponen transmisi, kebiasaan tersebut juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Hal ini terjadi karena mesin terus bekerja menahan beban kendaraan dan melawan gravitasi, tanpa menghasilkan pergerakan yang sebanding. Bahkan dari sisi keselamatan, risiko kecelakaan juga meningkat. Mobil bisa meloncat ke depan secara tiba-tiba jika tekanan pedal gas tidak stabil, terutama saat berada di tanjakan dengan kondisi lalu lintas yang padat. “Bila dirasakan, getaran mesin yang berlebihan saat ditahan dengan gas memberi beban tambahan pada engine mounting. Komponen ini bisa lebih cepat rusak dan menimbulkan getaran di kabin,” ucap Imun. Ilustrasi kickdown pedal gas Dalam kondisi tertentu, pengemudi juga bisa merasakan gejala awal kerusakan seperti bau terbakar, tarikan terasa berat, atau perpindahan gigi menjadi kasar. “Cara yang lebih aman dan benar adalah menggunakan rem kaki untuk berhenti sesaat, serta rem tangan atau parking brake untuk berhenti lebih lama di tanjakan, pedal gas bisa dimainkan lagi ketika hendak melaju kembali,” ucap Imun. Pada mobil yang sudah dilengkapi fitur hill start assist, pengemudi cukup memanfaatkan sistem tersebut dan melepas rem secara perlahan saat akan melaju. Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, menjelaskan bahwa saat mobil berhenti di tanjakan, sebaiknya pengemudi menginjak rem dan tidak menggunakan gas. Hal ini dikarenakan saat menahan mobil dengan gas, transmisi harus bekerja ekstra keras untuk menjaga beban mobil agar tidak mundur. “Kalau mobil matik lagi berhenti di tanjakan, jangan ditahan pakai gas. Injak saja remnya,” kata Lung Lung kepada Kompas.com. Dengan cara ini, gesekan di dalam sistem transmisi pun dapat meningkat, dan oli transmisi akan cepat rusak. Lung Lung menyarankan, saat harus berhenti di tanjakan, pengemudi sebaiknya menekan pedal rem dan mengaktifkan rem tangan agar kendaraan tetap aman dan tidak membebani transmisi. “Kalau berhenti di tanjakan, lebih aman masuk ke N dan tarik rem tangan daripada ditahan gas,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang