Merawat rantai motor tidak selalu membutuhkan biaya besar. Namun, bukan berarti semua jenis pelumas bisa digunakan begitu saja, termasuk oli mesin bekas yang kerap dianggap masih layak pakai. Cara tersebut memang sudah lama dilakukan sebagian pemilik motor. Meski terlihat sepele, penggunaan oli bekas untuk rantai ternyata dapat menimbulkan dampak yang tidak disadari dalam jangka panjang. Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, mengatakan penggunaan oli bekas tidak disarankan untuk melumasi rantai motor. Sebab, oli yang sudah digunakan di dalam mesin mengandung berbagai kotoran hasil proses pembakaran dan gesekan komponen. "Jangan gunakan oli bekas untuk melumasi rantai karena kandungannya sudah tercampur partikel kotoran. Kotoran tersebut justru bisa menempel pada rantai dan mempercepat keausan," kata Wahyu kepada Kompas.com Kamis (28/5/2026). Menurut dia, karakter oli bekas yang cenderung lengket juga membuat debu dan pasir lebih mudah menempel pada rantai. Akibatnya, terbentuk campuran kotoran yang dapat bertindak seperti amplas saat rantai bekerja. Melumasi rantai motor tidak disarankan dengan oli bekas, tapi dengan pelumas khusus. Rantai Aus Dalam jangka panjang, kondisi tersebut tidak hanya membuat rantai cepat aus, tetapi juga dapat memperpendek usia pakai gir depan maupun gir belakang. Selain itu, performa penyaluran tenaga dari mesin ke roda belakang juga bisa menurun. Wahyu menyarankan pemilik motor menggunakan pelumas khusus rantai atau chain lube yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut. Produk ini memiliki daya lekat yang cukup baik, tetapi tidak mudah mengikat debu dan kotoran dari lingkungan sekitar. Selain menggunakan pelumas yang tepat, pemilik motor juga perlu rutin membersihkan rantai sebelum proses pelumasan dilakukan. Dengan begitu, lapisan kotoran lama dapat terangkat dan pelumas baru bekerja lebih optimal. Perawatan sederhana tersebut penting dilakukan, terutama bagi motor yang sering digunakan harian atau kerap melintasi jalan berdebu dan basah. Dengan rantai yang terawat, umur komponen bisa lebih panjang dan kenyamanan berkendara tetap terjaga. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang