Masih banyak pengemudi mobil bertransmisi otomatis yang salah kaprah soal fungsi gigi rendah seperti L atau 1 , 2, atau D3. Sebagian besar menganggap tuas itu hanya dipakai ketika menanjak curam. Padahal menurut Budi Novianto, pemilik bengkel spesialis transmisi Cakrawala Matic Solutions di Cibinong, fungsi gigi rendah justru paling penting digunakan saat melewati turunan. Budi menjelaskan, ketika melewati tanjakan, TCM (Transmission Control Module) pada mobil matik umumnya mampu menyesuaikan kebutuhan tenaga secara otomatis. V saat dipakai melewati jalur menanjak di Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah Sistem ini akan menurunkan gigi, dari 4 ke 3, 2, atau bahkan L atau 1 bila dibutuhkan agar torsi lebih kuat. Karena itu, apabila pengemudi lupa untuk memindahkan gigi ke L, sistem transmisi dapat melakukannya secara otomatis. Namun, situasinya berbeda saat menuruni jalan curam. Di sinilah peran gigi rendah menjadi krusial. Pengemudi harus menentukan sendiri gigi yang tepat untuk digunakan. “Paling berbahaya itu saat turunan panjang. Saya pernah kehilangan rem karena overheat. Jadi rem harus bekerja terus, karena tidak dibantu engine brake dari mesin,” ujar Budi, kepada Kompas.com (3/11/2025). Ilustrasi berkendara di jalan lurus Menurutnya, mengandalkan rem saja saat turunan bisa membuat sistem pengereman panas berlebihan dan kehilangan daya cengkeram. “Kalau turunan curam sekali, saya pindah ke posisi L. Kalau turunan curamnya panjang, pindah ke posisi 2 supaya mobil tertahan dan tidak meluncur terlalu cepat,” ucap Budi. Dengan menurunkan posisi gigi, pengemudi bisa memanfaatkan engine brake untuk membantu menahan laju kendaraan. Selain lebih aman, cara ini juga memperpanjang usia kampas rem. Jadi, jangan ragu gunakan gigi rendah. Bukan cuma di tanjakan, tapi juga saat menuruni jalur curam. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.