Perjalanan mudik melalui ruas Tol Trans Jawa menuntut kesiapan pengguna jalan, bukan hanya dari sisi kondisi kendaraan, tetapi juga dalam hal kelengkapan transaksi. Salah satu hal yang kerap dianggap sepele namun berpotensi menimbulkan kendala adalah penggunaan kartu uang elektronik atau e-toll. Dengan meningkatnya mobilitas saat arus mudik, konsistensi penggunaan kartu e-toll menjadi faktor penting agar perjalanan tetap lancar. Pengguna jalan diimbau untuk tidak mengganti kartu saat melakukan transaksi di gerbang tol, terutama pada perjalanan jarak jauh seperti di Tol Trans Jawa. Ria Marlinda Paallo, VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, mengatakan, untuk mengakses jalan tol Trans Jawa tidak disarankan menggunakan kartu uang elektronik yang berbeda. Ilustrasi uang elektronik atau kartu tol "Pengguna jalan harus mengunakan kartu yang sama untuk tap in (masuk) dan tap out (keluar) di Tol Trans Jawa," ujar Ria, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Ia menjelaskan, sistem transaksi di jalan tol bekerja dengan mencatat data kendaraan sejak pertama kali masuk hingga keluar dari ruas tol. Karena itu, kesesuaian kartu menjadi kunci agar sistem dapat membaca perjalanan pengguna secara utuh. "Sistem tol menghitung tarif berdasarkan data masuk dan keluar dari satu kartu. Tap in saat masuk digunakan untuk identifikasi asal dan golongan kendaraan. Jika menggunakan kartu berbeda, maka transaksi tidak terhubung sehingga mesin bisa menolak keluar atau sistem menganggap pengguna jalan belum tap in," kata Ria. Memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT Hutama Karya (Persero) membagikan merchandise berupa kartu uang elektronik (UE) bagi 100 pengguna dengan saldo berisi Rp 100.000 di seluruh ruas tol kelolaan. Lebih lanjut, Ria mengingatkan bahwa penggunaan kartu berbeda tidak hanya berpotensi menghambat transaksi di gerbang keluar, tetapi juga bisa menimbulkan konsekuensi finansial bagi pengguna jalan. Sistem akan menganggap perjalanan tidak valid dan menerapkan aturan tertentu. Ria mengatakan, akibat dari menggunakan e-toll yang berbeda di Tol Trans Jawa, pengguna jalan bisa dikenai denda Asal Gerbang Salah dengan tarif jarak terjauh. Selain memastikan penggunaan kartu yang sama, pengguna jalan juga diimbau untuk memperhatikan saldo uang elektronik sebelum memulai perjalanan. Hal ini penting untuk menghindari antrean atau hambatan di gerbang tol akibat saldo yang tidak mencukupi. "Pastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik saat menggunakan jalan tol Trans Jawa," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang