Menjadi simpul utama pergerakan masyarakat di Pulau Jawa dan nasional, baik sebagai daerah asal, tujuan, maupun lintasan arus mudik dan arus balik Lebaran, Provinsi Jawa Tengah memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran. Karena itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendorong sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Komisi V DPR RI guna memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali. “Jawa Tengah memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran pergerakan di Pulau Jawa selama Angkutan Lebaran. Karena itu, kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, manajemen simpul transportasi, serta dukungan masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan bersama,” kata Dudy dalam keterangan resminya, Sabtu (21/2/2026). Menurut Dudy, terdapat sejumlah isu yang berpotensi memengaruhi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran di Jawa Tengah. Mulai dari kemacetan di lokasi wisata, perlintasan sebidang, hingga titik rawan bencana. One way lokal di Tol Semarang-Solo Mudik Lebaran 2025 Selain itu, ia menjelaskan adanya kebijakan flexible working arrangement (FWA), pengaturan angkutan barang, serta program mudik gratis yang bertujuan memperlancar perjalanan masyarakat. “Kami meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyediakan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, serta layanan angkutan feeder pada simpul-simpul mudik gratis,” ujarnya. Prediksi Pergerakan Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, Provinsi Jawa Tengah menjadi tujuan favorit pertama nasional dengan perkiraan jumlah pergerakan mencapai 38,71 juta orang. Di sisi lain, Jawa Tengah juga termasuk provinsi asal favorit nasional dengan potensi pergerakan sebanyak 16,57 juta orang. Adapun sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah mendominasi tujuan favorit nasional karena menjadi daerah asal masyarakat perantau, seperti Kabupaten Kebumen dengan prakiraan pergerakan mencapai 867.000 orang. Ilustrasi mudik gratis BUMN 2026. Dudy menyebut, wilayah Provinsi Jawa Tengah memiliki simpul transportasi terpadat, terutama pada moda perkeretaapian dan transportasi darat. “Kami meyakini, dengan kolaborasi solid antara Kementerian Perhubungan, Komisi V DPR RI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat dikelola dengan lebih baik dan terukur,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang