Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memunculkan kekhawatiran di industri otomotif nasional. Kondisi ini juga berpotensi berdampak pada harga jual mobil, termasuk produk-produk Chery di Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir, kurs rupiah bahkan sempat menembus level Rp 17.700 per dolar AS. Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan biaya produksi kendaraan, terutama untuk kebutuhan impor serta penggunaan komponen dan bahan baku yang masih bergantung pada mata uang dolar AS. Chery Q resmi diperkenalkan di Indonesia Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengatakan pihaknya masih melakukan perhitungan terkait dampak kenaikan biaya akibat pelemahan rupiah. “Kami juga lagi lihat karena sekarang salah satu alasannya semua biaya lagi naik, jadi ada faktor itu juga, kami lagi coba kalkulasi,” ujar Zeng Shuo di Jakarta, Senin (18/5/2026). Chery J6T. Kurs Dolar Menguat Pelemahan rupiah menjadi perhatian serius bagi pelaku industri otomotif karena banyak komponen kendaraan masih mengandalkan impor atau transaksi berbasis dolar AS. Kenaikan kurs otomatis dapat memengaruhi biaya produksi, logistik, hingga pengadaan bahan baku. Meski demikian, sejumlah produsen mobil saat ini masih memilih menahan harga sambil memantau perkembangan pasar dan stabilitas nilai tukar. Bagi merek otomotif yang agresif menghadirkan model baru, terutama kendaraan elektrifikasi, fluktuasi kurs menjadi tantangan tersendiri karena sebagian teknologi dan komponen utama masih berasal dari luar negeri. Booth Chery di GJAW 2024 Chery Masih Hitung Dampak Kenaikan Biaya Chery sendiri saat ini tengah aktif memperluas pasar di Indonesia melalui berbagai model SUV dan kendaraan listrik. Pabrikan asal China tersebut mengaku masih menghitung dampak pelemahan rupiah terhadap struktur biaya perusahaan sebelum memutuskan langkah lebih lanjut terkait harga jual kendaraan di pasar nasional. “Tapi kalau biaya tetap naik, ada kemungkinan harganya naik juga ya,” kata Zeng Shuo. Jika tren pelemahan rupiah terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga mobil baru di Indonesia akan ikut mengalami penyesuaian dalam waktu mendatang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang