PT Chery Sales Indonesia (CSI) menaikkan harga mobilnya di Indonesia. Selain pergantian tahun, kenaikan itu juga dipicu faktor lain, salah satunya insentif kendaraan yang sudah berakhir.Kepastian tersebut disampaikan Budi Darmawan Jantania selaku Vice Country Director PT CSI. Menurutnya, mobil-mobil elektrifikasi menjadi yang paling terdampak usai pemerintah menghentikan insentif akhir tahun lalu."Harga ada penyesuaian dari 2025 ke 2026, ada yang karena itu (insentif berakhir), kayak EV ada penyesuaian karena faktor insentif, ICE dan hybrid ngikutin pakem yang udah-udah. Naiknya di kisaran Rp 5-10 jutaan," ujar Budi Darmawan Jantania di Semarang, Jawa Tengah. Chery C5 CSH. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.comMeski ada kenaikan harga, Budi yakin, penjualal mobil Chery di Indonesia masih tetap stabil. Hanya saja, selama Januari, konsumen akan wait and see hingga keputusan akhir terkait insentif benar-benar diumumkan."Mereka menunda bukan berarti dia batalin, tapi lebih ke pemilihan waktunya berubah. Ini mirip tahun lalu, Januari rendah, Februari baru naik," tuturnya."Kalau kita sih lihatnya mobil itu buat orang Indonesia kayak kebutuhan primer, harga ini kan naiknya ramai-ramai, barengan," kata dia menambahkan.Secara umum, kata Budi, pasar otomotif Indonesia selama 2026 akan menemui tantangan yang cukup berat. Sebab, situasi ekonomi dunia belum benar-benar stabil. Namun, sekali lagi, dia tetap yakin penjualan mobil Chery tetap stabil di tengah situasi tak menentu.Chery Tiggo 8 CSH varian baru. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcomDiberitakan sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pihaknya sudah mengajukan usulan insentif dan stimulus untuk sektor otomotif kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.Dia mengklaim, insentif untuk sektor otomotif merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi nasib tenaga kerja di Indonesia."Kami sudah kirim dan tentu seperti yang selalu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi kepada perekonomian," kata Agus.Namun, hingga kini, ketentuan akhir terkait insentif otomotif 2026 belum benar-benar diputuskan. Hal ini yang akhirnya membuat produsen dan konsumen sama-sama menunggu.