Jaecoo Indonesia masih mempertahankan harga model listrik J5 EV di harga Rp 249,9 juta, sampai Rp 299,9 juta untuk varian termahal. Di tengah potensi perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik, pabrikan masih menyiapkan program tambahan untuk menjaga harga tetap stabil bagi konsumen. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Ilham Pratama, mengatakan banderol termahal untuk Jaecoo J5 EV Rp 299,9 juta masih berlaku saat ini. Sementara tersedia opsi tambahan berupa program lock price bagi konsumen yang ingin mengamankan harga dari kemungkinan penyesuaian di masa mendatang. “Kita kan harganya Rp299,9 juta itu yang kita masih berikan, dan lock price (Rp 8 juta) itu kan tambahan untuk mengunci (asuransi),” kata Ilham, di JIExpo Kemayoran, Minggu (8/2/2026). Menurut Ilham, program lock price tidak bersifat wajib, melainkan pilihan bagi calon pembeli yang ingin mempertahankan harga kendaraan tetap di angka tersebut. Jaecoo J5 EV harga promo mulai Rp 249 juta (OTR Jakarta) untuk 1.000 pembeli pertama. “Program lock price ini kan tidak mengharuskan, tapi kita memberikan penawaran. Kalau misalkan ingin tetap harga Rp 299,9 juta, kita fasilitasi dengan adanya lock price Rp 8 juta. Ya artinya benefit-nya cukup banyak,” ujarnya. Ia menambahkan, kemungkinan penyesuaian harga tetap terbuka bergantung pada perkembangan kebijakan ke depan, khususnya yang berkaitan dengan insentif kendaraan listrik. “Tapi kalau misalkan nanti harganya rupanya ada kebijakan lanjut atau tidak, itu kan ada adjustment seperti itu,” kata Ilham. Program perlindungan harga ini ditujukan bagi konsumen yang sudah membayar tanda jadi. Dengan tambahan biaya Rp 8 juta, harga kendaraan bisa tetap dijaga di kisaran Rp 299,9 juta meski nantinya ada perubahan skema pajak, termasuk jika insentif dihentikan dan dikenakan PPN penuh. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang