Penggunaan mobil listrik di Indonesia terus meningkat seiring hadirnya berbagai model Electric Vehicle (EV) dengan teknologi canggih dan biaya operasional yang lebih hemat. Meski demikian, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan pengemudi saat pertama kali menggunakan kendaraan listrik, mulai dari pengaturan baterai hingga karakter mobil yang minim suara. Senyap! Pakar safety sekaligus Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, ada sejumlah kebiasaan baru yang wajib diperhatikan ketika mengemudikan kendaraan listrik, terutama terkait manajemen baterai dan karakter mobil yang minim suara. Test drive VinFast VF 7 “Habit dalam melihat range atau jarak tempuh, serta jumlah baterai yang tersisa. Tanpa manajemen perjalanan yang baik, bisa-bisa kendaraan EV habis baterai di perjalanan,” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Karena itu, pengemudi kendaraan listrik perlu memperhatikan kapasitas baterai dan memperkirakan jarak tempuh sebelum memulai perjalanan, terutama untuk rute jauh atau minim fasilitas pengisian daya. Selain itu, Sony mengatakan mobil listrik memiliki karakter silent atau nyaris tanpa suara mesin, sehingga pengemudi harus lebih waspada terhadap pengguna jalan lain. “EV itu silent. Saat maju, mundur, mungkin harus dibarengi dulu dengan sinyal klakson atau alarm,” ucap Sony. Ia juga menyarankan pengemudi mobil listrik membiasakan melakukan eye contact atau kontak mata dengan pengguna jalan lain untuk menghindari miskomunikasi saat berkendara. Menurut Sony, mobil listrik yang tidak memiliki indikator RPM seperti mobil konvensional juga memberikan sensasi berkendara berbeda bagi sebagian orang. “Dengan tidak adanya perangkat tersebut, membuat pengemudi harusnya lebih relax. Sehingga, setop and go lebih tidak bermasalah,” lanjut Sony. Namun, kondisi tersebut juga bisa membuat sebagian pengemudi merasa lebih cepat jenuh saat berkendara. “Siasati dengan comment drive,” ucap Sony. Selain teknik berkendara, Sony mengingatkan pemilik mobil listrik agar tidak lupa memastikan sistem baterai benar-benar dalam kondisi off saat kendaraan parkir. “Tambahannya juga sangat penting. Pengemudi harus memastikan baterai (mobil) tersebut off ketika parkir. Banyak yang abai, karena tidak ada suaranya jadi lupa mematikan baterainya. Akhirnya baterai cepat habis, dan kembali yang disalahkan si mereknya,” ucap Sony. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang