Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil nasional pada 2026 mencapai 850.000 unit, naik sekitar 5 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan, target tersebut ditetapkan setelah melalui diskusi bersama para pelaku industri, dengan mempertimbangkan kondisi pasar otomotif yang dinilai masih memiliki peluang untuk tumbuh. “Untuk proyeksi di tahun 2026 kita sudah diskusikan bersama anggota. Kita mencoba naik sekitar 5 persen. Jadi, pada 2026 kita proyeksikan menjadi 850.000 unit,” kata Putu kepada Kompas.com, belum lama ini. Ilustrasi penjualan mobil Ia menilai capaian penjualan sepanjang 2025 sebenarnya cukup positif, mengingat pada awal tahun banyak pelaku industri yang pesimistis pasar dapat menembus angka 800.000 unit. “Di dalam tahun 2025 itu banyak yang skeptis, banyak yang tidak yakin bahwa kita bisa mencapai 800.000 unit. Sebagian besar anggota kita menyampaikan hanya sampai sekitar 780.000 unit,” ujar Putu. Namun hingga akhir tahun, realisasi penjualan justru mampu melampaui ekspektasi dengan capaian 803.687 unit. Optimisme terhadap pasar juga mulai terlihat dari awal 2026. Menurut Putu, penjualan mobil pada Januari tahun ini tercatat naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Januari 2026 cukup menggembirakan bila dibandingkan Januari 2025, ada kenaikan sekitar 5 persen. Mudah-mudahan ini menjadi sinyal yang bagus untuk ke depannya,” ujarnya. Untuk mendorong pencapaian target tersebut, Gaikindo mengandalkan sejumlah agenda industri, termasuk pameran otomotif yang menjadi sarana memperkenalkan teknologi dan model kendaraan terbaru kepada konsumen. “Fondasi untuk mendorong penjualan itu memang dari pameran. Bulan depan awal kita ada Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo atau GIICOMVEC,” kata Putu. Selain itu, kehadiran berbagai merek baru di pasar otomotif Indonesia dinilai turut memberikan dampak positif karena memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen. “Sekarang banyak pendatang baru yang memberikan variasi kendaraan sehingga masyarakat punya lebih banyak pilihan,” ujarnya. Menurut Putu, persaingan yang semakin ketat juga mendorong produsen menghadirkan model dengan harga lebih kompetitif serta spesifikasi yang disesuaikan dengan segmen pasar. “Banyak varian yang lebih efisien, lebih environment friendly, dan emisinya lebih kecil. Kalau emisinya lebih rendah berarti kemampuan per liter bahan bakarnya juga lebih jauh,” kata dia. Menurut Putu, persaingan yang semakin ketat juga mendorong produsen menghadirkan model dengan harga lebih kompetitif serta spesifikasi yang disesuaikan dengan segmen pasar. “Persaingan makin keras sehingga harga akan terkoreksi. Produsen juga mengeluarkan spesifikasi sesuai dengan segmen pasarnya sehingga pasar bisa semakin luas,” kata dia. Ilustrasi penjualan mobil. Di sisi lain, Gaikindo juga terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengatasi sejumlah tantangan yang dihadapi industri otomotif, terutama terkait pembiayaan kendaraan dan kebijakan pajak. Putu menyebutkan, lebih dari 80 persen pembelian mobil di Indonesia masih dilakukan melalui skema kredit. Oleh karena itu, kemudahan akses pembiayaan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. “Kalau kemudahan kreditnya bisa diperbaiki, tentu pembelian kendaraan juga bisa meningkat,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang