Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita secara resmi menetapkan target penjualan mobil nasional untuk tahun 2026 sebesar 850 ribu unit. Angka ini dinilai sebagai proyeksi yang moderat namun tetap menunjukkan tren positif bagi industri otomotif tanah air."Proyeksi penjualan mobil nasional pada tahun ini 850 ribu unit," kata Agus di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). Sebagai informasi, total penjualan mobil wholesales (pabrik ke dealer) sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Angka itu turun 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Meski turun dibanding tahun sebelumnya, penjualan mobil di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai target penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di angka 780 ribu unit."Dari total kapasitas produksinya yang tadi saya sampaikan sekitar 2,5-2,6 juta.Kita memproyeksikan dalam 850 ribu unit, mudah-mudahan ini angka konservatif dan mudah-mudahan karena ini angka konservatif, maka nanti, by the end of this year, by the end of 2026, apa yang saya sampaikan pagi hari ini dari dapatan 850 ribu unit itu akan bisa tercapai, bahkan melebihi angka," kata Agus.Toyota New Veloz Hybrid akan diumumkan harganya di IIMS 2026 setelah meluncur akhir tahun 2025 Foto: Didik Dwi Haryanto"Ini (target 2026) meningkat sekitar, walaupun meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi penjualan sepanjang tahun 2025," jelasnya lagi.Mobil elektrifikasi dari hybrid, plug in hybrid electric vehicles (PHEV), dan mobil listrik (BEV) makin digemari masyarakat Indonesia. Data sepanjang Januari-Desember 2025 menunjukkan adanya tren kenaikan dibanding tahun sebelumnya.Berdasarkan data wholesales penjualan mobil elektrifikasi mencapai 175.144 unit dari total pasar penjualan nasional sebesar 803.687 unit. Artinya 21,79 persen mobil baru yang beredar pada tahun 2025 merupakan mobil berteknologi elektrifikasi.Masing-masing segmen mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan paling gede itu terjadi pada mobil Plug in Hybrid Electric Vehicles (PHEV), total penjualannya 5.134 unit atau naik 3.775 persen dibanding 2024 yang cuma terdistribusi sebanyak 136 unit.Penjualan mobil listrik naik signifikan pada 2025 (Foto: Dok. BYD Motor Indonesia)Mobil listrik atau battery electric vehicles (BEV) juga naik. Sebanyak 103.931 unit mobil listrik terdistribusi sepanjang 2025. Angka itu menunjukkan kenaikan 141 persen dibanding tahun sebelumnya.Sementara mobil hybrid juga bertumbuh, dari 59.903 unit (2024) melonjak jadi 65.943 unit, artinya ada kenaikan 10 persen.Pemerintah berharap dengan angka yang realistis ini, para produsen otomotif dapat lebih fokus pada efisiensi produksi dan penguatan pasar ekspor untuk mengisi celah antara kapasitas produksi yang besar dan penyerapan pasar domestik."Di tengah melemahnya pasar domestik, kinerja ekspor justru tampil sebagai penopang utama industri otomotif, sepanjang tahun 2025 ekspor kendaraan utuh atau CBU mencapai 518 ribu meningkat 9,7 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 472 ribu," kata Agus."Semenjak saya ditugaskan di kantor ini selalu yang saya tekankan ketika saya keliling-keliling bertemu dengan headquarter dari perusahaan-perusahaan bapak-ibu sekalian yang saya coba dobrak, yang saya coba minta, yang saya coba perjuangkan adalah agar headquarter bisa menambah kuota ekspor dari Indonesia dan juga menambah negara-negara tujuan ekspor dari Indonesia. Itu saja yang saya lakukan kalau saya ketemu perusahaan-perusahaan headquarter yang ada di negara-negara yang memang menjadi headquarter mereka," jelasnya lagi.