SaraburiBan yang kita pakai di kendaraan setiap hari ternyata telah melalui berbagai proses pra-produksi dan produksi yang panjang. Mulai dari peracikan formula material ban, pencampuran material, sampai proses pengecekan kualitas dilakukan dengan teliti dan presisi.DetikOto mendapat kesempatan untuk melihat langsung proses produksi ban di pabrik ban Bridgestone di Thai Bridgestone Nong Khae Plant, Provinsi Saraburi, Thailand. Pabrik ini berdiri di lahan seluas 660.000 meter persegi. Pabrik ini memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang dan truk ringan.Proses produksi ban dimulai dari pencampuran material pembentuknya. Hingga 30 jenis material yang berbeda digabungkan untuk menciptakan senyawa hitam kental. Bahan-bahan yang dicampur dapat mencakup karet alam yang bersumber dari pohon karet di perkebunan, karet sintetis, karbon hitam, hingga bahan kimia lainnya. Karet yang dihasilkan dibentuk menjadi lembaran strip untuk tahap pencampuran selanjutnya. Selanjutnya masuk ke tahap ekstrusi. Karet ini dicampur lebih lanjut, dipanaskan, kemudian diekstrusi dan dipotong sesuai panjang yang membentuk tapak dan dinding samping.Kemudian pembentukan konstruksi rangka menggunakan material seperti nilon. Material itu kemudian dilapisi karet dan dipotong sesuai panjang yang membentuk bahan lapisan rangka.Proses produksi ban Bridgestone di Pabrik Thailand Foto: Dok. BridgestoneLalu ke proses produksi sabuk baja. Filamen tali baja dililit, dilapisi karet, dan dipotong sesuai panjang yang membentuk sabuk baja. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan bead atau bagian bibir ban yang menempel langsung ke velg. Filamen kawat baja dililitkan melingkar dan dilapisi karet untuk membentuk bead.Setelah semua bagian siap, komponen ban yang terdiri dari tapak dan dinding samping, sabuk baja, hingga bagian bead dirakit di mesin otomatis. Hasilnya menjadi ban mentah yang belum memiliki pola alur tapak.Proses produksi ban Bridgestone di Pabrik Thailand Foto: Dok. BridgestoneTahap selanjutnya adalah proses curing. Semua komponen divulkanisasi bersama dalam cetakan, yang membentuk 'ban mentah' menjadi bentuk ban utuh. Proses ini akan menciptakan tanda di dinding samping sampai pola tapaknya.Langkah terakhir dalam proses pembuatan ban adalah pemeriksaan ban secara cermat, baik oleh inspektur terlatih maupun mesin khusus. Proses ini memastikan ban bebas dari kerusakan dan siap digunakan di jalan.