Kondisi lalu lintas di perkotaan yang padat kerap membuat sebagian pengendara sepeda motor mencari cara agar perjalanan terasa lebih cepat. Salah satu kebiasaan yang masih sering ditemui adalah mengekor kendaraan di depan atau tailgating, terutama di belakang mobil yang melaju lebih cepat. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), kebiasaan tersebut justru berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama di jalan kota yang padat dengan berbagai potensi bahaya. "Pengendara yang terlalu dekat dengan kendaraan di depan akan kehilangan pandangan terhadap kondisi jalan yang sebenarnya. Akibatnya, mereka tidak punya cukup waktu untuk mengantisipasi potensi bahaya di depan," kata Victor kepada Kompas.com, Rabu (3/3/2026). Victor menjelaskan, saat pengendara hanya terpaku pada kendaraan di depan, fokus terhadap kondisi lalu lintas secara keseluruhan bisa berkurang. Padahal di jalan perkotaan, situasi dapat berubah dengan cepat, mulai dari kendaraan yang tiba-tiba berhenti, pejalan kaki menyeberang, hingga kondisi jalan yang tidak rata. Lalu lintas terkini di Jalur Arteri Jl. Gatot Subroto Jakarta Selatan (Semanggi) arah Kuningan maupun arah Pancoran terpantau ramai cenderung padat. Menurut dia, risiko akan semakin besar jika pengendara motor mengekor kendaraan besar seperti truk atau bus. Selain jarak pandang yang terbatas, karakter pengereman kendaraan besar juga bisa berbeda. "Kalau kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak sementara jaraknya terlalu dekat, pengendara di belakang hampir tidak punya ruang untuk bereaksi. Ini yang sering berujung pada kecelakaan," ujarnya. Selain tabrakan dengan kendaraan lain, kebiasaan mengekor juga dapat memicu kecelakaan tunggal. Misalnya ketika pengendara terlambat menghindari lubang atau gundukan di jalan karena pandangan tertutup kendaraan di depannya. Karena itu, Victor mengingatkan pengendara untuk selalu menjaga jarak aman dan tidak tergoda mengikuti kendaraan lain terlalu dekat hanya demi mempercepat perjalanan. "Di jalan raya, yang utama bukan soal cepat sampai, tetapi bagaimana kita bisa berkendara dengan aman dan selamat sampai tujuan," kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang