Toyota akhirnya buka suara terkait penggunaan pick up India untuk Koperasi Merah Putih. Salah satunya masalahnya harga yang tak cocok.PT Agrinas Pangan Nusantara mengaku sudah mengajak sejumlah produsen yang memiliki pabrik di Indonesia untuk berdiskusi soal pengadaan pick up yang diperuntukkan Koperasi Desa Merah Putih. Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota menyebut pihaknya telah bertemu dengan produsen besar, termasuk Toyota. Namun kata Joao, beberapa pabrikan tidak menyanggupi permintaan pick up tersebut berkaitan dengan kapasitas produksi dan juga harga."Yang menjadi isu utama kan kami membeli dalam jumlah yang besar. Jadi kami menawarkan membeli secara bulk, secara gelondongan. Seharusnya kami bisa diberikan harga lebih ekonomis agar lebih efektif dan bisa memenuhi anggaran," ungkap Joao.Kopdes Merah Putih pakai pick up dari India. Foto: Muhammad Firman/detikFotoToyota mengamini hal tersebut. Toyota mengaku sudah sempat berdiskusi dengan Agrinas untuk pengadaan pick up dengan syarat yang sudah ditentukan. Sayang hal itu tak bisa dipenuhi karena ketidakcocokan harga."Kenapa keputusannya kita nggak bisa fulfill, ya mohon maaf salah satunya contohnya jenis kendaraan, harga, itu kita nggak ketemu. Nah kalau masalah production capacity ya tentunya kita bisa secara bertahap nanti mendiskusikan," ujar Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Jap Ernando Demily kepada awak media, di Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).Ernando tak menjabarkan detail soal penawaran harga yang diajukan Agrinas untuk pick up dari Toyota. Yang jelas, harga itu di bawah harga jual pick up 4x4 Toyota saat ini. Adapun harga jual pick up 4x4 Toyota bisa tinggi itu tak lepas dari pengenaan instrumen pajak yang berbeda dari mobil penumpang."Contoh Hilux Double Cabin itu harganya Rp 456 juta, tapi teman-teman juga perlu cermatin kalau teman-teman lihat di cost structure," beber Ernando."Harga mobil itu kan dari On The Road kalau kita kalkulasi lebih detail kan ada harga kendaraannya sendiri, kemudian ada luxury tax, ada BBN, dan sebagaimana. Pick up 4x4 di Indonesia ini kan pajaknya cukup tinggi karena dianggap mungkin penggunaannya lebih banyak personal," terang dia.