Media sosial kembali dihebohkan dengan aksi sekelompok pengendara mobil yang melakukan konvoi sambil bermanuver zig-zag di jalan tol. Alih-alih dianggap kreatif, aksi tersebut dinilai sangat membahayakan.Menanggapi fenomena "demi konten" ini, Praktisi Keselamatan Berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, angkat bicara. Ia menyayangkan sikap abai para pembuat konten yang tidak memikirkan risiko fatal di balik aksinya.Banyak pengendara merasa aman melakukan manuver berbahaya saat kondisi jalan tol terlihat lengang. Namun, Sony mengingatkan bahwa persepsi "sepi" itu seringkali menipu dan mematikan. "Kita tahu bahwa fasilitas umum seperti jalan raya atau tol, rata-rata kecepatan kendaraan di sana di atas 60 km/jam. Mungkin terlihat sepi, tapi dengan kecepatan segitu, bisa tiba-tiba dalam hitungan detik muncul mobil dari belakang," ujar Sony kepada wartawan.Menurutnya, manuver zig-zag bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa, melainkan ancaman nyawa. "Ya kalau cuma menyebabkan kemacetan, nah kalau menyebabkan kecelakaan gimana?" tegasnya.Sony tidak menampik bahwa membuat konten viral membutuhkan kreativitas. Namun, ia menekankan bahwa kreativitas harus dibarengi dengan akal sehat dan tanggung jawab sosial, terutama jika menggunakan fasilitas publik."Sekarang banyak orang atau kelompok yang sedikit-sedikit membuat konten supaya viral. Kreatif sih, tapi sayangnya viral yang ditampilkan tidak mengedukasi, bahkan cenderung membahayakan," kata Sony.Ia menambahkan, aksi berbahaya mungkin tidak akan dipermasalahkan jika hanya berdampak pada diri sendiri atau dilakukan di area tertutup. Namun, jalan tol adalah milik bersama yang diatur oleh undang-undang.Sony memberikan pesan bagi siapa saja yang berniat melakukan aksi serupa demi angka views atau likes. Pikirkan matang-matang sebelum melakukan manuver di jalan raya. Jangan hanya melihat hasil video, tapi lihat potensi bahaya yang mengintai. Hormati hak orang lain, sebab jalan raya bukan sirkuit pribadi atau studio syuting."Jadi bijaklah dalam bertindak, pikirkan risiko-risiko bahayanya dan jangan melakukan hal bodoh atau melanggar yang bisa mencelakai pihak lain," pungkasnya.Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sedang menelusuri para pemilik kendaraan tersebut."Sudah kami identifikasi untuk kendaraannya melalui CCTV (kamera pengawas), dan sudah kami dapat datanya sesuai nomor polisi yang terdaftar," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala dalam keterangannya dikutip dari Antara.Dia mengatakan upaya selanjutnya, yakni mencari dan mendatangi pengendara yang melakukan aksi tersebut."Kami akan melakukan teguran secara lisan dan memberikan pengarahan yang bersifat edukatif kepada pengendara tersebut," ujar Reiki.Menurut Reiki, teguran ini merupakan langkah preventif agar para pengemudi tersebut menyadari bahaya yang ditimbulkan dari tindakan mereka. Polisi berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang."Karena dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya," ucap Reiki.