Volume kendaraan yang meningkat di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek membuat rekayasa lalu lintas kembali diberlakukan pada Kamis (9/7/2026). PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian menerapkan contraflow di KM 14 hingga KM 21 arah Cikampek mulai pukul 11.04 WIB. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas dan menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan. Contraflow dilakukan di Tol Japek arah Cikampek, tepatnya di KM 23-28, pada Rabu (20/05/2026) mulai pukul 06.42 WIB. Contraflow Atas Diskresi Polisi Pgs. Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Dary Achmad Budi, mengatakan, penerapan contraflow bersifat situasional dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi lalu lintas di lapangan. “Rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 14 sampai dengan KM 21 arah Cikampek diberlakukan atas diskresi Kepolisian sebagai upaya mendukung kelancaran perjalanan pengguna jalan,” ujar Dary, dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026). Kendaraan pribadi (kiri) menggunakan jalur rekayasa lalu lintas lawan arah atau contraflow untuk menghindari kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 47 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). Pada H-2 Lebaran lalu lintas Tol Jakarta-Cikampek masih dipadati kendaraan pemudik menuju Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa. Rekayasa lalu lintas ini diterapkan berdasarkan diskresi Kepolisian setelah terjadi peningkatan volume kendaraan menuju arah Cikampek. Dengan penambahan lajur melalui sistem contraflow, arus lalu lintas diharapkan dapat lebih lancar sehingga antrean kendaraan bisa segera terurai. Meski demikian, penerapan contraflow bersifat dinamis. Artinya, rekayasa lalu lintas dapat diperpanjang, diperpendek, maupun dihentikan sewaktu-waktu bergantung pada kondisi kepadatan kendaraan di lapangan. Contraflow Jalan Tol Jakarta-Cikampek Pengendara Diminta Waspada Jasamarga Transjawa Tol juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kepadatan lalu lintas. “JTT bersama Kepolisian akan terus memantau perkembangan kondisi lalu lintas dan melakukan evaluasi secara berkala,” kata Dary. Pengguna jalan diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, mengurangi kecepatan saat melintasi jalur contraflow, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama.