Pergerakan masyarakat saat musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan tidak akan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi yang cenderung melambat, dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk melakukan perjalanan. Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Ki Darmaningtyas menilai, kondisi ekonomi belakangan ini berpotensi menekan jumlah pemudik, khususnya dari kelompok pekerja yang jadi kontributor utama perjalanan mudik. Menurut dia, perubahan pola pengeluaran dan pendapatan masyarakat dapat berdampak langsung pada mobilitas saat musim libur panjang, termasuk Lebaran. Ilustrasi mudik gratis 2026, Pemprov Jabar masih menyediakan 660 kursi mudik gratis Lebaran 2026. Pendaftaran lewat aplikasi Sapawarga dibuka hingga 12 Maret 2026. "ASN di wilayah Jabodetabek yang pada tahun-tahun sebelumnya berkontribusi besar dalam melakukan pergerakan dengan menggunakan mobil pribadi, 2026 ini mungkin akan mengalami penurunan," ujar Darmaningtyas, dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026). Menurut Darma, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah berkurangnya perjalanan dinas yang selama ini menjadi sumber tambahan pendapatan bagi sebagian aparatur sipil negara. "Karena sejak 2025, perjalanan dinas mereka dipotong, sementara salah satu sumber pendapatan ekstra mereka itu dari perjalanan dinas," katanya. ilustrasi mudik Tidak hanya dari kalangan ASN, ia juga melihat potensi perlambatan mobilitas dari sektor pekerja swasta. Kondisi bisnis yang belum sepenuhnya pulih membuat sebagian karyawan memilih untuk menahan pengeluaran, termasuk untuk perjalanan mudik. "Demikian pula karyawan swasta tidak akan mengalami peningkatan karena bisnis mereka juga mengalami penurunan," ujarnya. Meski demikian, tradisi mudik diyakini tetap akan berlangsung karena sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Namun, dari sisi jumlah perjalanan, ada kemungkinan terjadi penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang