BYD Motor Indonesia kembali meramaikan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Pada ajang pameran otomotif ini, Atto 3 diyakini akan mendapatkan penyegaran. Untuk diketahui, Atto 3 yang dipasarkan di China dengan nama Yuan Plus sudah mendapatkan penyegaran terlebih dahulu pada November 2025. Terdapat beberapa peningkatan, khususnya dari segi performa. Atto 3 terbaru membawa pembaruan signifikan, terutama pada sektor baterai. Model ini kini mengandalkan blade battery berkapasitas 74,88 kWh, lebih besar dari sebelumnya, yang berdampak langsung pada peningkatan jarak tempuh hingga 650 kilometer dalam sekali pengisian daya. BYD Atto 3 facelift Sebagai pembanding, Atto 3 yang saat ini masih dipasarkan hanya menawarkan dua opsi baterai, yakni 49,92 kWh dan 60,48 kWh. Dengan kapasitas tersebut, jarak tempuh masing-masing tercatat 430 kilometer dan 510 kilometer berdasarkan standar CLTC. Tak hanya urusan daya jelajah, peningkatan juga menyentuh aspek performa. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT), Atto 3 kini dibekali motor listrik magnet permanen TZ200XYC dengan output 230 kW atau setara 308 tk. Angka tersebut melonjak cukup jauh dibandingkan model sebelumnya yang hanya mengandalkan tenaga 150 kW atau sekitar 201 Tk. Konsekuensinya, kecepatan maksimum pun ikut terdongkrak, dari yang semula dibatasi 160 km per jam kini naik menjadi 180 km per jam. BYD Atto 3 Meski performa dan baterai mengalami peningkatan, dimensi bodi tetap dipertahankan. Panjang kendaraan masih 4.455 mm, lebar 1.875 mm, dan tinggi 1.615 mm, dengan jarak sumbu roda 2.720 mm. Namun, kapasitas baterai yang lebih besar berdampak pada bobot kendaraan. Berat Atto 3 terbaru kini mencapai 1.880 kg, atau bertambah sekitar 190 hingga 255 kg dibandingkan model yang saat ini dipasarkan dengan bobot 1.625 kg sampai 1.690 kg. Dari sisi tampilan, tidak ada perubahan besar yang dilakukan. Penyegaran hadir lewat penggunaan pelek baru bermodel double five-spoke berwarna abu-abu yang memberi kesan lebih sporty. Ukuran pelek tetap 18 inci, dengan pilihan ban berprofil 215/55 atau 235/50. BYD Atto 3 Pembaruan kecil lainnya terlihat pada posisi port pengisian daya yang kini dipindahkan dari fender depan kanan ke fender belakang kanan. Selebihnya, fitur panoramic sunroof tetap menjadi standar, dengan opsi tambahan berupa radar depan dan samping, kamera samping dan belakang, serta aksen trim pada area jendela. Pada pasar Indonesia, Atto 3 termasuk salah satu model BYD terlaris. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada kategori wholesales, penjualannya di sepanjang 2025 mencapai 2.991 unit. Saat ini, Atto 3 dipasarkan dengan banderol Rp 390 juta (OTR Jakarta) untuk tipe Standard Range. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang