Perhitungan biaya mudik pakai mobil listrik BYD Atto 1 mencakup tarif tol dan pengisian daya. Menariknya, mobil ini jarak tempuhnya hanya 300-380 kilometer, sehingga ada tantangan tersendiri ketika hendak memakainya mudik rute Jakarta-Semarang. Sebagai City Car, BYD Atto 1 memiliki dimensi panjang 3.925 mm, lebar 1.720 mm, dan tinggi 1.590 mm, ground clearance 155 mm, serta wheelbase 2.500 mm. Atto 1 dibekali motor listrik 55 kW dengan torsi 135 Nm. Akselerasi 0–50 kilometer per jam diklaim dapat diselesaikan dalam waktu 4,9 detik. Sementara kecepatan puncaknya 130 kilometer per jam. Baterai Blade Battery tersedia dalam dua opsi, yakni 30,08 kWh dengan jarak tempuh 300 kilometer untuk varian Dynamic, dan Long Range 38,88 kWh 380 kilometer untuk tipe Premium. Berdasarkan klaim di atas, maka konsumsi daya listrik Atto 1 sekitar 10 kilometer per kWh, sementara berdasarkan tes yang dilakukan tim redaksi sebelumnya, konsumsi daya listrik Atto 1 sekitar 8,5 kilometer per kWh. Perbedaan konsumsi daya ini wajar terjadi karena setiap kondisi lalu lintas, gaya mengemudi, bobot muatan bisa mempengaruhi. Test Drive BYD Atto 1 Bila menggunakan konsumsi daya rata-rata tersebut, yakni 8,5 kilometer per kWh, maka biaya mudik menggunakan BYD Atto 1 rute Jakarta-Semarang bisa dihitung dengan cara berikut. Berhubung rute yang menjadi acuan Jakarta - Semarang via Tol Trans Jawa, maka terdapat jarak sekitar 450 kilometer. Artinya, bila baterai BYD Atto 1 dicas penuh di rumah, ada kemungkinan di tengah jalan harus mengecas. Berdasarkan data terkini, total ada 53 rest area di Tol Trans Jawa yang telah dilengkapi SPKLU dengan berbagai kapasitas daya. Mulai dari pengisian arus bolak-balik (AC) hingga pengisian cepat arus searah (DC fast charging). Dengan begitu, pengguna bisa menyesuaikan kebutuhan pengisian sesuai kondisi perjalanan dan kapasitas baterai kendaraan. BYD Atto 1 Meski demikian, pemudik tetap perlu melakukan perencanaan matang. Jumlah unit pengisian di setiap rest area masih terbatas, sehingga potensi antrean sangat mungkin terjadi, terutama saat puncak arus mudik dan balik Lebaran. Tarif listrik rumah tangga non-subsidi saat ini berada di kisaran Rp 1.400–1.700 per kWh. Sementara tarif SPKLU DC fast charging seperti PLN, Voltron sekitar Rp 2.466,74 per kWh. Untuk menempuh jarak 450 kilometer, dengan konsumsi daya rata-rata 8,5 kilometer per kWh, maka dibutuhkan daya sekitar 52,9 kWh, atau dua kali pengisian baterai. Sementara baterai Atto 1 tersedia pilihan 30,8 kWh dan 38,8 kWh. BYD Atto 1 menjajal jalanan Bandung-Garut. Katakanlah per kWh daya listrik Rp 2.500, maka totalnya dalam sekali perjalanan adalah Rp 132.353 sampai Rp 190.000 untuk dua kali pengisian sampai penuh. Rute ini melintasi ruas tol utama seperti Jakarta-Cikampek, Cipali, hingga Batang-Semarang, dengan estimasi biaya tol Golongan I berkisar di angka Rp 421.500. Sehingga total biaya tol dan daya listrik menjadi Rp 553.853 sampai Rp 611.500, belum biaya lain-lain seperti makan, layanan di masing-masing SPKLU dan akomodasi lainnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang