Mobil listrik seperti BYD Sealion 7 menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari desain modern hingga teknologi canggih. Namun, selain fitur dan performa, biaya kepemilikan juga menjadi faktor penting sebelum memutuskan membeli kendaraan. Saya sudah mengumpulkan biaya kepemilikan mobil yang terdiri dari ongkos cas baterai, perawatan berkala, serta pajak tahunan. Ketiga komponen tersebut menjadi acuan untuk menghitung total pengeluaran selama lima tahun atau 100.000 km pemakaian. Dari sisi konsumsi energi, hasil pengujian saya menunjukkan Sealion 7 mencatat efisiensi 5,7 km/kWh setelah menempuh jarak 100 km. BYD Sealion 7 Performance Dengan kapasitas baterai 82,56 kWh, artinya Sealion 7 mampu melaju hingga sekitar 470 km dengan biaya pengisian Rp 203.600 berdasarkan tarif listrik Rp 2.466/kWh. Maka, untuk penggunaan sejauh 100.000 km, biaya pengecasan yang diperlukan mencapai Rp 43.319.200. Biaya tersebut masih bisa lebih murah kalau menggunakan home charging karena adanya diskon tarif listrik malam hari dari PLN. Dari sisi perawatan, biaya servis Sealion 7 tergolong minim karena mobil listrik memiliki komponen bergerak lebih sedikit. Selama enam tahun atau 100.000 km, pemilik hanya dikenakan dua kali perawatan dengan total Rp 4.307.540 untuk tipe Performance. Sementara itu, pajak tahunan juga relatif ringan berkat insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Pada tahun pertama biaya yang dibayarkan sebesar Rp 443.000, tahun kedua hingga keempat Rp 429.000, dan tahun kelima Rp 493.000, sehingga total pajak lima tahun hanya Rp 1.365.000. Jika seluruh komponen dihitung, total biaya kepemilikan Sealion 7 selama lima tahun atau 100.000 km mencapai Rp 48.991.750 untuk tipe Performance. Kalau dibagi jadi Rp 9,7 jutaan per tahun atau Rp 800.000-an per bulan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang