Pabrikan asal China, BYD, tak hanya agresif meluncurkan mobil listrik baru. Kini BYD juga kedapatan tengah menguji jaringan flash charging dengan daya tembus 1.500 kW di Shenzhen, China. Menariknya, tampilan lokasi pengisian dayanya sekilas mirip SPBU konvensional. Bukan lagi deretan charger yang berjajar di area parkir, melainkan model gantry berbentuk T dengan charging gun berpendingin cairan yang disusun layaknya pompa bensin. Jadi, pengemudi cukup masuk, isi daya, lalu langsung jalan tanpa perlu berlama-lama. Dikutip dari Carscoops, Selasa (3/2/2026), sistem ini memakai arsitektur 1.000 volt dengan output puncak hingga 1.500 kW. Secara teori, teknologi tersebut diklaim bisa menambah jarak tempuh hingga 400 kilometer hanya dalam waktu lima menit. Sebagai perbandingan, charger publik tercepat di Amerika Serikat dan Eropa saat ini umumnya berada di kisaran 350 kW. Itu pun tak semua mobil listrik mampu menerima daya sebesar itu secara konsisten. Kendati demikian fasilitas ini sementara hanya bisa digunakan oleh model tertentu BYD yang sudah mengusung lencana Flash Charge. Beberapa di antaranya disebut termasuk varian terbaru Tang, Song, Seal, hingga Denza. Proses pengisian daya juga diklaim praktis. Pengisian bisa langsung dimulai sekitar 10 detik setelah kabel dicolokkan, tanpa perlu memindai QR code atau melakukan aktivasi lewat aplikasi ponsel. Soal tarif, lokasi demo tersebut memasang harga 1,3 yuan per kWh atau sekitar Rp 3.000. Angka ini tergolong murah bila dibandingkan dengan tarif pengisian cepat di sejumlah negara Eropa. SPKLU Ultra Cepat BYD Sebagai contoh, penggunaan charger 360 kW milik Gridserve di Inggris bisa mencapai 0,89 poundsterling per kWh atau sekitar Rp 20.000. Bahkan untuk pengisian 22 kW pun biayanya masih di kisaran 0,49 poundsterling per kWh atau sekitar Rp 11.000. Disebutkan pula bahwa pembeli mobil yang kompatibel berpeluang mendapat jatah listrik gratis hingga 1.000 kWh per tahun, meski detail kebijakan resminya belum diumumkan Yang menarik, bukan hanya soal angka 1.500 kW tersebut. Jika benar dalam lima menit mobil bisa mendapat tambahan ratusan kilometer jarak tempuh, maka kebutuhan baterai berkapasitas sangat besar bisa ditekan. Artinya, mobil tak perlu lagi dibekali baterai dengan klaim jarak tempuh 700 kilometer atau lebih. Baterai lebih kecil berarti bobot kendaraan lebih ringan, harga bisa lebih terjangkau, efisiensi meningkat, dan performa berpotensi lebih responsif. China merupakan negara dengan fasilitas pengisian mobil listrik terbanyak di dunia Pengisian daya super cepat juga bisa mengubah pengalaman memiliki mobil listrik. Tak lagi ribet merencanakan perjalanan jauh karena khawatir antre lama di stasiun pengisian, melainkan lebih praktis layaknya menggunakan mobil bermesin bensin. BYD dikabarkan menargetkan pembangunan lebih dari 4.000 stasiun flash charging yang dioperasikan sendiri di China. Jika dikombinasikan dengan jaringan mitra, jumlahnya berpotensi jauh lebih besar. Saat ini teknologi tersebut memang masih dalam tahap pengujian internal. Namun, langkah ini memberi gambaran seperti apa ekosistem mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan, tak hanya di China, tetapi juga secara global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang