Pergerakan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada Lebaran 2026, terpantau belum menunjukkan lonjakan signifikan. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat, aktivitas di sejumlah terminal utama justru masih cenderung landai dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, jumlah penumpang di tujuh terminal utama di Jakarta belum mengalami peningkatan berarti. Sejumlah pemudik menunggu bus yang mereka tumpangi tiba di Terminal Kampung Rambutan, Senin (9/3/2026). Tercatat, total penumpang yang tiba mencapai 1.127 orang dengan 311 kendaraan, sementara penumpang berangkat sebanyak 2.641 orang dengan 236 kendaraan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa aktivitas pergerakan penumpang paling terlihat di dua terminal besar. “Aktivitas tertinggi terlihat di Terminal Terpadu Pulo Gebang dan Kampung Rambutan, yang menjadi titik utama pergerakan penumpang,” ujar Syafrin, dalam keterangan tertulis (20/3/2026). Masyarakat yang hendak berangkat ke kota tujuan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat (30/12/2022). Jika dilihat secara kumulatif selama periode 13 hingga 19 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 21.707 orang, sedangkan penumpang yang berangkat mencapai 92.917 orang. Meski angka ini cukup besar, tren pergerakannya masih menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Syafrin menjelaskan, dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025, terjadi penurunan jumlah penumpang baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Bus AKAP Terminal Jatijajar, Depok Penurunan tersebut masing-masing sebesar 5,70 persen untuk kedatangan dan 3,40 persen untuk keberangkatan. “Secara total, penurunan penumpang tercatat sebesar 3,85 persen dibandingkan dengan periode 2025. Dishub DKI Jakarta terus memantau pergerakan ini sehubungan dengan puncak arus mudik Lebaran,” kata dia. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski periode mudik telah berlangsung, pergerakan penumpang bus AKAP belum mencapai puncaknya. Dishub DKI Jakarta pun masih terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang pada hari-hari berikutnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang