Sebelum dipasarkan dan digunakan, ada proses panjang dalam produksi ban yang dirancang tak sekadar untuk masalah estetika saja, tetapi juga menyangkut variabel utama seperti kenyamanan dan keselamatan. Hal tersebut tak lepas dari peran ban sebagai satu-satunya komponen pada kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Karena itu, sebelum dipasarkan, ada sejumlah proses pengujian yang dilakukan pabrikan. Dalam kesempatan media tour Bridgestone Asia Pacific India dan China (BSAPIC), saya bersama beberapa rekan media dari negara lain berkesempatan melihat proses pengujian di fasilitas Bridgestone Asia Pacific Technical Center di Pathum Thani, Thailand. Ada beberapa rangkaian pengetesan yang dilakukan Bridgestone di fasilitas ini. Tak hanya untuk produk baru atau yang sedang dikembangkan, tetapi juga model yang sudah diproduksi, termasuk sejak tahap awal pencampuran materialnya. Bridgestone Asia Pacific India dan China (BSAPIC) “Melalui fasilitas ini, Bridgestone memastikan setiap ban yang dikembangkan maupun diproduksi diuji secara menyeluruh dengan standar internasional. Komitmen kami adalah menghadirkan produk yang aman, tahan lama, dan efisien bagi konsumen di seluruh dunia,” kata Shinsuke Nakamura, Tire Development Director Bridgestone Asia Pacific (Thailand) Co., Ltd., saat ditemui di Pathum Thani, Thailand, Kamis (5/3/2026). Proses Pengujian diawali dengan mesin khusus yang berfungsi mencampur material ban dengan pengaturan suhu, waktu, serta tekanan yang presisi guna menghasilkan material berupa campuran karet yang disebut unhealed compound. Selanjutnya, material dan lembaran (cure sheet) dimasukkan ke dalam cetakan (mold) dan diproses dalam mesin curing yang memungkinkan identifikasi suhu serta waktu curing yang tepat sesuai dengan jenis kompon. Bridgestone Asia Pacific India dan China (BSAPIC) Bentuk akhir yang dihasilkan bergantung pada cetakan yang digunakan, dengan tujuan berbeda untuk setiap jenis pengujian. Misalnya, sampel kecil dipotong untuk dimasukkan ke mesin scattering guna menganalisis distribusi carbon black atau silika dalam kompon yang digunakan sebagai formula suatu ban. Static Stick Depth Mesin ini berguna untuk mengukur kedalaman statis ban. Fungsinya seperti pegas dan berkaitan langsung dengan komponen serta performa vertikal ban. Pengetesan kedalaman statis ban dilakukan dari berbagai arah, yakni vertikal, lateral, longitudinal (maju–mundur), hingga torsional yang dapat diterapkan pada ban mobil penumpang maupun truk dan bus. Bridgestone Asia Pacific India dan China (BSAPIC) Selanjutnya, ada mesin uji ketahanan yang bergerak naik-turun untuk pengetesan durabilitas material ban, serta pengujian bentuk lingkaran yang menyerupai ban sesungguhnya. Pada pengujian ini, ban diberi beban dan digulirkan guna mengukur tingkat keausannya. Setiap insinyur juga memiliki sampel untuk pengujian sifat mekanis, termasuk uji tarik dengan sampel berbentuk dumbbell guna menilai kekuatan material pada setiap sektor yang menjadi bagian ban. Footprint Test Tak hanya itu, pengujian daya tahan ban terhadap kondisi jalan ekstrem juga dilakukan melalui metode footprint test dan pinch hump test. Kedua metode pengujian ini dilakukan untuk menggambarkan difusi tekanan maupun perubahan bentuk yang terjadi. Pada pinch hump test, ban akan ditekan guna mengukur energi penetrasi hingga lapisan konstruksi bagian dalam. Bridgestone Asia Pacific India dan China (BSAPIC) Pengujian ini diklaim sangat penting untuk kondisi jalan berat, seperti di Thailand dan Indonesia yang masih banyak memiliki jalan berlubang. Rolling Resistance Coefficient Bridgestone juga memiliki mesin Rolling Resistance Coefficient (RRC) yang berfungsi mengukur hambatan gulir ban pada drum. Pengetesan ini sangat penting mengingat nilai RRC dari suatu model ban berkaitan erat dengan efisiensi bahan bakar dan menjadi salah satu indikator wajib dalam sertifikasi ban di berbagai wilayah. Hasil dari pengujian ini atau nilai RRC nantinya wajib dicantumkan dalam sertifikasi dan pemasaran ban di tiap wilayah. Mesin ini dapat menguji ban penumpang maupun truk atau bus, meskipun tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Bridgestone Asia Pacific India dan China (BSAPIC) Sebagai informasi tambahan, seluruh pengujian dilakukan sesuai standar ISO 28580, dengan laboratorium yang telah memperoleh akreditasi ISO 17025 guna menjamin keakuratan serta kredibilitas hasil. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang