Bajaj baru yang banyak terlihat di Kota Yogyakarta, merupakan layanan transportasi online Maxride dan telah beroperasi sejak akhir April 2025. Bajaj modern berwarna putih ini, menjadi alternatif transportasi unik yang ramah lingkungan berstandar Euro 4. Tak hanya menawarkan nuansa nostalgia saja, tapi juga menghadirkan transportasi yang lebih nyaman, terutama saat cuaca hujan atau untuk perjalanan jarak dekat. Fareza Harum Putri, Digital Marketing & Partnership Bajaj Maxride mengatakan, layanan ini hadir sebagai pembaruan dari citra bajaj yang selama ini dikenal masyarakat berisik dan sumber polusi. “Perbedaannya terletak pada teknologi dan standar kendaraan yang digunakan. Saat ini, Bajaj Maxride menggunakan Bajaj RE dengan mesin bensin berstandar Euro 4, sehingga emisi gas buang jauh lebih rendah dan lebih ramah lingkungan,” ucap Fareza kepada KOMPAS.com, Kamis (15/1/2026). Suara mesin lebih halus dan tidak bising, berbeda dengan bajaj konvensional yang dulu dikenal berisik. Kendaraan roda tiga ini diklaim memiliki getaran mesin lebih minim, sehingga lebih nyaman untuk penumpang maupun pengemudi. City Manager Maxride dan Maxauto, Bayu Subolah saat menunjukan dua unit bajaj. “Bajaj ini mengusung konsep transportasi modern berbasis aplikasi, sehingga layanan lebih tertata, rutenya jelas, dan pengemudi terdata dengan baik, jadi kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan kami bisa track melalui aplikasi,” ucap Fareza. Menurut Fareza, Bajaj RE bukan hanya kendaraan buat nostalgia, tapi bisa menjadi solusi transportasi perkotaan dan wisata yang ramah lingkungan, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan saat ini. “Untuk saat ini pesan Bajaj di aplikasi tarifnya bisa cuma Rp 5.000 untuk 1 sampai 3 Km pertama, dan pemesanan bisa melalui aplikasi Maxride yang bisa diunduh di Appstore atau Play Store,” ucap Fareza. Potret sejumlah unit moda transportasi roda tiga atau bajaj di Kota Solo, Jawa Tengah. Aplikasi Maxride sudah bisa dipesan di seluruh Yogyakarta, dan bisa juga dipesan di Magelang dan Klaten. “Keterbatasan untuk DIY ada di ketersediaan driver, khususnya di daerah Kulon Progo saja, selain itu semua tersedia 24 jam,” ucap Fareza. Berdasarkan informasi yang diterima, perizinan opersional Bajaj Maxride sendiri masih dalam tahap proses dari pemerintah setempat. “Untuk perizinan saat ini masih dalam proses dan berjalan aman. Untuk sementara belum bisa kami sampaikan lebih detailnya,” ucap Fareza. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang