Porsche Macan EV Porsche, pabrikan mobil sport asal Jerman yang terkenal dengan performa tinggi dan inovasi teknis, mengakui bahwa keputusan menjadikan Macan sebagai SUV listrik penuh (EV-only) adalah kesalahan strategi. Hal ini terjadi setelah peluncuran Macan EV menghadapi tantangan dalam permintaan pasar yang lebih lambat dari perkiraan. Kesalahan ini membuat Porsche kini berencana menghadirkan SUV baru bertenaga bensin dan hybrid pada tahun 2028. Porsche Macan 4 all-electric Menurut mantan CEO Porsche, Oliver Blume, keputusan pada 2019 untuk menghentikan produksi Macan mesin bensin dan beralih sepenuhnya ke EV ternyata tidak sepenuhnya tepat. Meski langkah itu dibuat berdasarkan data pasar dan tren elektrifikasi saat itu, kondisi nyata menunjukkan bahwa permintaan EV belum sekuat prediksi, terutama untuk SUV kompak premium.Meskipun Macan EV mendapatkan sambutan positif dalam angka penjualan, banyak konsumen yang masih menyukai varian mesin bensin, karena harga, nilai jual kembali, dan karakter performa tradisional Porsche menjadi faktor penting. Sebagai koreksi strategi, Porsche kini mengembangkan SUV baru bertenaga bensin dan hybrid yang diproyeksikan hadir paling lambat 2028. Model ini akan berada di segmen SUV kompak, namun tidak akan menggunakan nama “Macan”. SUV baru ini diperkirakan menggunakan platform Premium Platform Combustion (PPC) milik Grup Volkswagen, yang juga dipakai Audi Q5, namun disesuaikan untuk karakter Porsche. Langkah ini menunjukkan Porsche ingin menawarkan kembali pilihan mesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid bagi konsumen yang belum beralih ke EV. Tidak hanya Macan, beberapa model lain yang awalnya direncanakan EV-only juga akan tetap tersedia dengan varian mesin bensin atau hybrid, termasuk jajaran sport car Porsche 718 seperti Boxster dan Cayman.Strategi ini menandai perubahan penting bagi Porsche: mereka menyeimbangkan elektrifikasi dengan kebutuhan konsumen yang masih menghargai performa mesin bensin dan fleksibilitas hybrid, sambil tetap bersiap menghadapi era kendaraan listrik.Meskipun tren kendaraan listrik meningkat di beberapa negara, adaptasi konsumen untuk SUV listrik masih berjalan lambat, terutama di segmen premium. Beberapa kritik menyoroti harga tinggi, jarak tempuh baterai, dan perbedaan karakter dibandingkan model bensin sebelumnya.Hal ini menjadi salah satu faktor mengapa Porsche memutuskan untuk menghadirkan kembali pilihan bensin/hybrid bagi penggemar setia SUV kompak mereka. Logo PorscheSUV bensin/hybrid baru diproyeksikan meluncur sebelum akhir 2028. Kehadiran model ini akan mengisi celah pasar antara berakhirnya produksi Macan ICE sekitar 2026 dan kedatangannya. Model ini diharapkan menarik bagi konsumen yang ingin menikmati performa tradisional Porsche dalam format SUV kompak, sesuatu yang hilang ketika Macan ICE dihentikan.Pengakuan Porsche bahwa keputusan Macan EV-only adalah kesalahan menunjukkan bahwa strategi automotif harus adaptif terhadap permintaan pasar. SUV baru bertenaga bensin dan hybrid pada 2028 menjadi jawaban bagi konsumen yang ingin performa mesin konvensional tanpa mengorbankan inovasi teknologi.