JAKARTA, KOMPAS.com – Porsche akan meluncurkan Cayenne Electric secara global pada akhir November 2025. Debut mobil ini cukup ditunggu sebab mengusung beberapa teknologi canggih. Ketika nanti Cayenne Electric diluncurkan, Porsche tidak sekadar memperkenalkan SUV listrik baru, tapi juga membawa teknologi dari lintasan balap langsung ke jalan raya. Banyak inovasi yang diterapkan di Cayenne Electric berasal dari pengembangan mobil balap Formula E, ajang di mana Porsche kini berstatus juara dunia kategori Tim dan Manufaktur. Porsche Cayenne Electric Michael Steiner, Anggota Dewan Manajemen untuk Riset dan Pengembangan Porsche AG, mengatakan, Formula E merupakan laboratorium untuk fitur yang bisa diterapkan di mobil massal. “Formula E adalah laboratorium pengembangan kami untuk mobilitas listrik masa depan. Di sinilah kami memperoleh wawasan berharga yang kami terapkan pada mobil sport produksi massal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (12/11/2025). Pendinginan Langsung Salah satu teknologi hasil transfer dari dunia balap adalah sistem pendinginan langsung menggunakan cairan khusus buatan Porsche. Porsche Cayenne Electric Teknologi ini pertama kali digunakan di ajang Formula E, kemudian diuji melalui mobil balap GT4 e-Performance pada 2023, sebelum akhirnya diterapkan ke produksi massal di Cayenne Electric. Berbeda dari motor listrik biasa yang mendinginkan bagian luar stator saja, sistem ini mengalirkan cairan pendingin melalui jalur konduktor tembaga di dalam motor, sehingga membuang panas langsung dari sumbernya. Keunggulannya, motor listrik Cayenne Electric bisa tetap efisien hingga 98 persen, sementara versi balap 99X Electric bahkan mencapai efisiensi lebih tinggi. Tanpa sistem ini, motor berpendingin air biasa harus dibuat sekitar 1,5 kali lebih besar untuk mencapai performa serupa. Porsche Cayenne Electric Recuperation Teknologi lain yang ikut dibawa dari lintasan balap adalah recuperation, yaitu proses mengubah energi pengereman menjadi listrik yang disimpan kembali di baterai. Dalam ajang Formula E, setiap mobil dibatasi kapasitas energinya, sehingga sistem ini menjadi kunci kemenangan. Semakin banyak energi yang dipulihkan, semakin besar keunggulan di akhir balapan. Pada Cayenne Electric, daya recuperation bisa mencapai 600 kW, setara dengan Porsche 99X Electric di Formula E. Dalam penggunaan harian, sekitar 97 persen pengereman dilakukan sepenuhnya secara elektrik, tanpa rem cakram mekanis. Porsche Cayenne Electric Pengisian Cepat Porsche juga mengadopsi teknologi pit boost dari Formula E untuk mempercepat pengisian daya. Dalam 30 detik, mobil balap 99X Electric bisa menambah 10 persen energi dengan daya 600 kW. Cayenne Electric dirancang dengan filosofi serupa, yaitu hanya membutuhkan kurang dari 16 menit untuk mengisi daya dari 10 hingga 80 persen. Dengan daya pengisian hingga 400 kW, SUV listrik ini bisa menambah jarak tempuh lebih dari 300 kilometer hanya dalam 10 menit, asalkan diisi di stasiun pengisian berdaya tinggi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.