Sebuah mobil mewah Porsche Cayenne kedapatan menggunakan pelat dinas Kementerian Pertahanan. Faktanya mobil itu memakai pelat yang tidak sesuai peruntukannya.Kementerian Pertahanan menyampaikan klarifikasi terkait penindakan kendaraan Porsche Cayenne yang menggunakan plat nomor dinas Kemhan 50212-00 di area Parkir Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu (28/1). Berdasarkan penelusuran administrasi, mobil asal Jerman tersebut dipastikan bukan merupakan bagian dari kendaraan operasional resmi kementerian."Berdasarkan hasil penelusuran administrasi, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai inventaris resmi Kemhan dan penggunaan plat nomor dinas dimaksud tidak sesuai peruntukannya," tulis Kemhan. Aksi gaya-gayaan pakai atribut dinas ini berakhir di tangan pihak berwajib. Awalnya, penanganan dilakukan oleh Satpom Lanud Halim Perdanakusuma yang berkoordinasi dengan Satprov Kemhan.Namun, karena statusnya merupakan kendaraan pribadi yang menggunakan atribut palsu, kasus ini diteruskan ke kepolisian. Pengemudi beserta unit Porsche Cayenne tersebut kini telah diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk diproses sesuai hukum yang berlaku."Penanganan awal dilakukan oleh Satpom Lanud Halim Perdanakusuma dengan berkoordinasi bersama Satprov Kemhan, dan selanjutnya pengemudi beserta kendaraan diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Timur untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tulis Kemhan.Kemhan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk penyalahgunaan atribut instansi. Penertiban ini dilakukan demi menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan negara."Melalui klarifikasi ini, Kemhan menegaskan komitmen untuk menjaga ketertiban administrasi dan kepatuhan terhadap peraturan, serta mendukung penindakan dan penertiban terhadap setiap penyalahgunaan atribut dinas, demi menjaga integritas institusi dan kepercayaan publik," tulis Kemhan.Kenapa orang suka main pejabat-pejabatan pakai pelat dinas palsu?Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, penggunaan pelat dinas palsu kemungkinan dimanfaatkan agar mendapat prioritas di jalan."Ada beberapa jenis kendaraan yang digunakan oleh pihak TNI/Polri sebagai alat transportasi kedinasan dan beberapa dilengkapi alat bantu seperti strobo, pelat nomor dan warna khusus. Masyarakat atau oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal ini banyak memanfaatkan kondisi ini untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas kelancaran di jalan umum, sehingga segala cara dilakukan supaya tidak kena macet, menerobos barikade dan lain-lain," kata Sony kepada detikOto, beberapa waktu lalu.Sony mengingatkan bahwa petugas resmi mendapatkan fasilitas itu karena dalam rangka tugas negara, bukan asal-asalan. Kalau diikuti masyarakat sipil, belum tentu tahu aturan dan tujuannya."Sehingga justru akan mencoreng institusi negara dan bahkan bisa membahayakan lalu lintas," sebutnya."Jadi banyak masyarakat yang tidak paham dalam melihat dan memahami, sehingga mencontoh yang tidak benar. Pesan saya, mulailah disiplin dari diri sendiri, bukan mencontoh dari yang tidak baik," katanya.