Pemerintah menilai keberhasilan produsen otomotif di Indonesia sangat ditentukan oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, mengatakan segmen mobil tujuh penumpang dengan harga terjangkau masih menjadi tulang punggung pasar otomotif Indonesia. Menurut dia, mobil dengan konfigurasi tujuh penumpang di rentang harga Rp 250 juta hingga Rp 400 juta merupakan 'sweet spot' yang paling diminati konsumen. Kia Carens 1.5 saat pelesir ke Pantai Jatimalang, Purworejo, Jawa Tengah. “Pasar Indonesia menyukai mobil 7-seater dengan price range Rp 250 juta sampai Rp 400 juta. Ini sweet spot untuk pasar kita,” kata Rachmat di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Ia menegaskan, selama produsen mampu menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan tersebut, pasar Indonesia masih sangat terbuka. “Selama Anda membawa mobil yang tepat, saya percaya pasar Indonesia akan menyerapnya,” ujar Rachmat. Rachmat menyampaikan, pemerintah sejak 2019 telah mendorong transisi kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan dan insentif. Langkah ini dilakukan seiring komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement dan target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Selain faktor lingkungan, peralihan dari kendaraan bermesin pembakaran internal ke kendaraan listrik juga dipandang penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menyoroti kondisi Indonesia yang kaya sumber daya energi, namun masih bergantung pada impor BBM untuk sektor transportasi. “Kita masih mengimpor hampir 98 persen BBM untuk kendaraan. Karena itu, transisi dari mobil ICE ke EV menjadi sangat penting,” kata Rachmat. Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan transisi tersebut tetap bergantung pada kesiapan produk yang ditawarkan ke pasar. Menurut Rachmat, pasar otomotif Indonesia tetap terbuka bagi berbagai teknologi, selama kendaraan yang dihadirkan relevan dengan kebutuhan konsumen. “Secara umum pasar masih baik. Kuncinya tetap sama, yaitu membawa produk yang tepat,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang