Sejak 2022 Pemprov DKI Jakarta gencar mendorong penggunaan bus listrik pada layanan Bus Transjakarta. Bahkan untuk mencapai Net Zero Emission Pemprov DKI menargetkan agar membuat seluruh layanan bus Transjakarta menggunakan bus berbasis listrik. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan, bus Transjakarta listrik telah beroperasi sebanyak 480 unit per April 2026. Namun, untuk mencapai target tersebut tidaklah mulus lantaran ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya kesiapan ekosistem pengisian daya bus listrik atau charging station. Kepala Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek dan Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta Made Jony Sasrawan mengatakan, saat ini charging baru tersedia di pool bus atau di tempat penyimpanan kendaraan khusus bus Transjakarta. Peresmian bus listrik trasnjakarta, Selasa (8/3/2022) "Karena lahan di DKI memang sangat susah, sehingga kita mendorong adanya ekosistem baru untuk charging. Karena memang kemarin ada beberapa yang mengajukan kerja sama untuk melakukan ekosistem charging, baik itu charging untuk bus besar, bus sedang maupun bus kecil. Kita lagi mendorong untuk permulaan ekosistem charging untuk bus sedang dan bus kecil," katanya di acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Solusi Strategis Hadapi Kelangkaan BBM: Akselerasi Elektrifikasi Transportasi Publik dan Industri, Rabu (15/4/2026). Membangun ekosistem charger di pusat kota untuk bus listrik menurut Made merupakan sebuah tantangan. Bila lokasi charging station bus di pusat kota maka bus tidak perlu pulang jauh ke pool untuk melakukan pengisian daya. Ilustrasi bus listrik DAMRI. Sebab saat ini lokasi pool untuk layanan angkutan umum DKI Jakarta masih lumayan jauh lantaran berada di pinggir-pinggir Jakarta. "Sehingga dengan adanya ekosistem baru yakni fasilitas charging yang ada di DKI Jakarta kita harapkan ada di pusat-pusat kota," katanya. Made juga mengatakan, saat ini berdasarkan kajian nasional ada empat terminal bus akan dijadikan alternatif tempat pengisian daya bus listrik di Jakarta. Keempat terminal tersebut adalah Terminal Pulogebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Ragunan dan Terminal Pinang Ranti. "Semua terminal itu adalah terminal yang dilayani oleh bus Transjakarta. Ada dua tempat lagi yang sudah kita kaji, itu ada di pusat kota yaitu Terminal Senen dan Terminal Blok M. Karena memang dua terminal itu yang lumayan proper lokasinya dan tempatnya serta lahannya juga masih lumayan luas," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang