Ilustrasi Mobil Listrik Indonesia tengah berada di titik penting dalam transformasi industri otomotif dengan hadirnya era mobil listrik (EV). Namun, perjalanan menuju dominasi mobil listrik di Indonesia tidak tanpa tantangan besar, sekaligus membuka peluang ekonomi yang sangat menjanjikan. VinFast Indonesia menyoroti berbagai tantangan dan peluang yang tengah dihadapi industri otomotif nasional, khususnya di tengah percepatan transisi menuju kendaraan listrik (EV). Sorotan ini disampaikan dalam forum diskusi VIN TALKS yang digelar di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA VIN TALKS di IIMS 2026 Diskusi bertajuk “Navigating Uncertainty: The Future of Indonesia’s Automotive Industry Amid Policy Shifts and Electrification” menghadirkan tokoh penting, termasuk Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, dan Ekonom Josua Pardede.Mereka membahas dinamika industri otomotif Indonesia yang kini berada pada titik perubahan besar, mulai dari perubahan kebijakan hingga pergeseran tren mobilitas global. Ekonom Josua Pardede menilai industri otomotif kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pergeseran struktural dari kendaraan bermesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik.“Tahun ini akan menjadi fase yang menantang bagi industri otomotif, terutama jika kepastian insentif dan kebijakan fiskal belum sepenuhnya jelas. Namun secara struktural, Indonesia tetap memiliki fondasi kuat dari sisi pasar domestik dan roadmap elektrifikasi,” kata Josua di JIExpo Kemayoran, dikutip VIVA Senin, 9 Februari 2026.Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, produsen, dan pemangku kepentingan lain dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya menarik investor, tetapi juga memberi kepastian bagi dunia usaha.Dalam kesempatan yang sama, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyebut perusahaan memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai hub kendaraan listrik regional..“Visi kami adalah menjadikan Indonesia sebagai hub EV regional sekaligus memastikan konsumen memiliki akses dan kepercayaan penuh terhadap kendaraan listrik,” ujar Kariyanto.Kebijakan yang konsisten, seperti insentif fiskal yang jelas dan jangka panjang, dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor serta mempercepat pertumbuhan pasar EV. Dengan begitu, Indonesia bisa lebih cepat mencapai target transisi energi dan pengurangan emisi, sekaligus membuka peluang investasi di sektor otomotif. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Booth Vinfast di IIMS 2026VinFast menilai industri otomotif Indonesia sedang berada di fase kritis. Ketidakpastian kebijakan insentif EV menjadi tantangan utama yang dapat memperlambat adopsi kendaraan listrik. Namun, di sisi lain, era elektrifikasi membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam mobilitas ramah lingkungan.