Chery Group Indonesia masih mengkaji rencana pengembangan merek Omoda di bawah bendera Jaecoo, termasuk peluang menghadirkan model baru seperti Omoda 7 dan Omoda 9. President Director Chery Group Indonesia Zeng Shuo mengatakan, perusahaan saat ini masih melakukan riset untuk melihat potensi kedua model tersebut di Indonesia. Menurut dia, pendekatan riset pasar jadi salah satu kunci keberhasilan peluncuran produk sebelumnya, termasuk Jaecoo J5 EV yang mendapat respons positif dari konsumen. Ilustrasi mobil listrik bekas Chery Omoda E5 “Saya ingin menjawab pertanyaan ini, karena sejauh ini kami sangat berhasil di Jaecoo, terutama untuk J5 karena kami telah melakukan banyak hal sebelum J5 diluncurkan di Indonesia,” ujar Zeng Shuo di Jakarta, Minggu (8/3/2026). Ia menjelaskan, sebelum menghadirkan produk baru ke pasar domestik, perusahaan terlebih dahulu melakukan berbagai studi untuk memahami kebutuhan konsumen Indonesia. “Seperti yang saya sedang sebutkan, alasan J5 sangat populer di Indonesia karena kami telah melakukan banyak penelitian,” kata dia. Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma menambahkan, Chery sebenarnya memiliki sejumlah model lain di bawah merek Omoda, termasuk Omoda 7 dan Omoda 9. Namun, perusahaan masih mempelajari potensi kedua model tersebut sebelum memutuskan untuk membawanya ke Indonesia. “Kami juga memiliki banyak produk seperti O7 dan O9. Kami akan melakukan riset kami untuk melihat potensinya menjadi populer di pasar Indonesia dan seberapa besar nantinya akan bisa masuk ke Indonesia. Jadi kita akan mempersiapkannya,” ujar dia. Ia menambahkan, merek Omoda sebenarnya bukan pemain baru di pasar Indonesia. Chery sebelumnya sudah memperkenalkan beberapa model Omoda kepada konsumen Tanah Air. “Omoda bukanlah merupakan brand baru di Indonesia karena kita telah memperkenalkan Omoda 5 dan E5 beberapa waktu lalu,” kata Ma. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan masih mengevaluasi strategi bisnis merek tersebut ke depan, termasuk melihat perkembangan pasar otomotif di Indonesia. “Namun untuk ke depannya, kita masih menggali bagaimana rencana bisnisnya di Indonesia terkhusus pada tahun ini, serta update dari pasarnya sendiri,” tambah dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang