Dalam ajang SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Hwasung Thermo memperkenalkan dua mesin pendingin elektrik terbaru, HT-100 Wing EV dan ECO100 RT. Keduanya dirancang untuk mendukung kebutuhan rantai dingin di Indonesia dan kompatibel dengan Wuling Mitra EV blind van, truk listrik, maupun kendaraan konvensional. HT-100 Wing EV terhubung langsung ke baterai kendaraan listrik sehingga menawarkan efisiensi tinggi dan kestabilan suhu selama distribusi. “Kendaraan listrik komersial ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Sehingga proses pendistribusian dapat berlangsung cepat dan stabilitas suhu tinggi. Kehadiran kendaraan ini menjadi langkah baru dalam pengembangan logistik berkelanjutan di sektor cold chain,” kata Direktur Hwasung Thermo Arif Suhardiman, Jumat (14/11/2025) di Hall C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Arif menjelaskan, Hwasung Thermo bekerja sama dengan Wuling menghadirkan Mitra EV blind van sebagai reefer van EV pertama di Indonesia. Kendaraan berpendingin Hwasung Thermo diklaim menawarkan efisiensi dan keberlanjutan bagi operasional logistik dingin. Produsen asal Korea Selatan yang berdiri sejak 1977 ini telah hadir di Indonesia sejak 2014, dengan produk yang digunakan di lebih dari 40 negara dan disesuaikan untuk iklim tropis. Seluruh unit dirakit penuh di Korea dengan kontrol kualitas ketat. Arif menegaskan, fokus Hwasung pada truck refrigeration membuat riset dan mutu produknya lebih terjaga dibanding kompetitor yang memindahkan produksi ke negara lain. “Mitra EV blind van yang dilengkapi Hwasung Thermo dijual dengan harga Rp400-500 juta. Dalam sekali cas kendaraan ini dapat menempuh jarak sekitar 300 kilometer. Jadi kendaraan ini ramah lingkungan dan sudah sangat mumpuni untuk delivery di jalanan Ibu Kota,” katanya. HT-100 Wing EV dan ECO100 RT diklaim memiliki usia pakai lebih panjang dibanding pendingin konvensional dan cocok untuk mengangkut berbagai komoditas seperti sayur, ikan, daging, es krim, hingga buah. Berkat sistem full electric tanpa v-belt, risiko kerusakan lebih kecil, suhu dapat diatur hingga minus 20 derajat celcius, dan bobot yang lebih ringan membuat jarak tempuh kendaraan listrik tetap optimal. Saat ini, pertumbuhan kendaraan berpendingin di Indonesia diproyeksikan mencapai 14 persen per tahun. Dari sekitar 16.000 unit yang beroperasi, mayoritas berlokasi di Pulau Jawa. Fleet Area Manager Wuling, Radika Permana, mengatakan kolaborasi dengan Hwasung Thermo membuat Mitra EV blind van menawarkan efisiensi dan daya tahan tinggi, sekaligus menjawab kebutuhan logistik modern berbasis kendaraan listrik ramah lingkungan. “Kemitraan Wuling dengan Hwasung Thermo menjadi salah satu strategi penetrasi pasar untuk model Wuling Mitra EV Blind Van. Wuling tidak hanya berfokus pada mobil penumpang, tetapi juga telah merambah pasar kendaraan komersial, terutama di segmen kendaraan listrik niaga ringan,” kata Radika. Perakitan satu unit Wuling Mitra EV Blind Van membutuhkan waktu 2–3 bulan. Konsumen yang ingin memesan, baik varian minibus maupun blind van, dapat mengunjungi diler Wuling terdekat. Hwasung Thermo dan Wuling juga bekerja sama dengan CV Delima Mandiri untuk pembuatan panel insulasi. Product Manager Albertus Whitney, menjelaskan bahwa panel tersebut dirancang agar mudah dilepas dan dipasang kembali. “Wuling Mitra EV merupakan inovasi lokal. Dari pihak kami yang melengkapi panel insulasinya. Setelah dipasang panel insulasnya barulah dipasang mesin pendingin dari Hwasung Thermo. Panel insulasi berguna untuk menjaga suhu dingin di dalam blind van ini,” katanya. Inovasi ini dinilai menjawab kebutuhan industri logistik yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Hwasung Thermo menjadi salah satu pionir sistem pendingin untuk kendaraan listrik, sejalan dengan tren di Korea yang semakin banyak mengadopsi truk listrik. Dari sisi layanan, PT Hwasung Thermo agen tunggal sejak 2016 memiliki jaringan purna jual luas dengan workshop di Tangerang dan Sidoarjo, serta fasilitas baru di Citeureup dan Jawa Tengah. Mereka menyiapkan stok suku cadang lengkap dan didukung 50 service point di seluruh Indonesia. Meski tidak memiliki workshop di semua kota, Hwasung bekerja sama dengan berbagai teknisi daerah, menjadikan after sales service sebagai fokus utama perusahaan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.