JAKARTA, KOMPAS.com - Kalangan pengusaha angkutan barang berusaha mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk sektor logistik. Namun pelaku usaha berharap pemerintah turut memberikan dukungan berupa subsidi dan insentif fiskal agar proses peremajaan armada truk ke kendaraan listrik bisa berjalan lebih realistis. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengatakan penggunaan truk listrik dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi konsumsi BBM subsidi sekaligus memperkuat industri kendaraan niaga nasional. Farizon H9E, truk listrik ringan Menurut dia, saat ini Indonesia juga mulai memiliki fondasi industri kendaraan listrik lokal, termasuk untuk kendaraan komersial seperti bus dan truk. “Nah, ini mungkin perlu disampaikan kepada Presiden Prabowo. Apa yang ditulisnya di dalam Paradoks Indonesia, bahwa kita itu selalu menggunakan truk asing, buatan asing, sekarang kan sudah mulai. Cikal bakalnya kemarin di Magelang kan sudah diresmikan beliau," ujar Gemilang di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Pabrik VKTR Magelang Untuk diketahui, pada awal April 2026, Presiden Prabowo meresmikan pabrik kendaraan bus dan truk listrik milik VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah. Fasilitas produksi tersebut menjadi salah satu langkah awal pengembangan kendaraan niaga listrik buatan lokal di Indonesia. Proses perakitan truk listrik buatan VKTR. VKTR sendiri memiliki dua gagasan utama dalam pengembangan bisnisnya, yakni mendukung dekarbonisasi untuk mempercepat target Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui pengurangan impor BBM. "Jadi itu tentunya bisa didorong untuk peremajaan angkutan barang di Indonesia. Nah, mungkin ini kemarin juga kita sudah sampaikan kepada Menteri Keuangan tentang ini, supaya menjadi perhatian pemerintah," ujarnya. "Supaya arahnya itu seirama kita menggunakan truk listrik ini. Kalau enggak, ya kita akan mengonsumsi BBM subsidi selamanya,” kata Gemilang. Gemilang menilai kehadiran industri truk listrik lokal bisa menjadi momentum penting bagi sektor logistik nasional. Truk listrik JAC N90 EV Namun, saat ini harga kendaraan listrik yang masih jauh lebih mahal dibandingkan truk diesel konvensional membuat pengusaha belum mampu melakukan peremajaan armada secara masif. Karena itu, Aptrindo berharap pemerintah dapat menyiapkan skema bantuan, subsidi, atau insentif pajak khusus untuk kendaraan niaga listrik. Dengan begitu, pelaku usaha memiliki kemampuan finansial untuk mulai beralih dari truk berbahan bakar diesel ke kendaraan listrik secara bertahap. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang