Logo Volkswagen terbaru Kendaraan listrik semakin menjadi sorotan di tengah upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar fosil, mobil dan motor listrik mengandalkan energi baterai yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan. Di berbagai negara, pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui insentif pajak, pembangunan stasiun pengisian daya, serta regulasi emisi yang ketat. Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik Volkswagen (VW), produsen mobil asal Jerman, sedang meninjau strategi baru untuk menghadapi tantangan penjualan mobil listrik (EV) yang mulai melambat di beberapa pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa.Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah meluncurkan mobil listrik dengan range extender atau range-extended EV (EREV). Teknologi ini dapat memperpanjang jarak tempuh EV tanpa bergantung sepenuhnya pada baterai besar. Apa itu Range-Extended EV (EREV)? Range-extended EV adalah jenis mobil listrik yang memiliki mesin pembakaran kecil sebagai generator. Mesin ini tidak menggerakkan roda secara langsung, melainkan mengisi ulang baterai saat diperlukan, sehingga jarak tempuh mobil listrik bisa lebih panjang. Dengan sistem ini, pengendara bisa merasa lebih aman untuk perjalanan jauh karena tidak terlalu tergantung pada stasiun pengisian baterai, mengurangi kekhawatiran soal jarak tempuh (range anxiety).Penjualan beberapa model EV VW di pasar global, terutama di Amerika dan Eropa, belum mencapai target. Konsumen sering khawatir soal jarak tempuh baterai dan ketersediaan stasiun pengisian, sehingga VW ingin menghadirkan solusi yang lebih fleksibel.Range-extended EV memberikan kombinasi kenyamanan EV dan fleksibilitas jarak tempuh lebih panjang, sehingga diharapkan bisa menarik konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik murni.Berbeda dengan EV biasa yang hanya mengandalkan baterai, EREV memiliki: Motor listrik utama untuk menggerakkan roda Baterai ukuran menengah sebagai sumber energi Mesin pembakaran kecil yang berfungsi sebagai generator untuk menambah daya bateraiArtinya, ketika baterai hampir habis dan pengisian tidak tersedia, mesin kecil ini bisa menjaga mobil tetap berjalan lebih jauh. Sistem ini memungkinkan perjalanan jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan.VW menilai EREV bisa menjadi solusi transisi dari mobil konvensional ke EV murni, terutama bagi konsumen yang masih ragu dengan jarak tempuh dan infrastruktur pengisian. Rencana ini menyasar pasar Amerika Serikat dan Eropa, tetapi peluncurannya akan disesuaikan dengan respons konsumen di masing-masing wilayah.Model EREV akan dibangun di atas platform Scalable Systems Platform (SSP) VW, yang memungkinkan kendaraan listrik lebih modern dan fleksibel.Beberapa model EV VW, seperti seri ID.7 di AS, menghadapi permintaan yang rendah sehingga penjualan tidak sesuai target. Model lain, seperti ID. Buzz, juga kurang laku sehingga VW harus memberikan diskon besar untuk menarik konsumen.Kondisi ini membuat VW mengevaluasi kembali strategi EV mereka dan mempertimbangkan teknologi range extender sebagai cara untuk memperluas pilihan kendaraan dan memudahkan transisi ke mobil listrik bagi konsumen. Ilustrasi logo merek mobil VolkswagenVolkswagen sedang mempertimbangkan range-extended EV sebagai alternatif kendaraan listrik yang lebih fleksibel, mampu mengatasi kekhawatiran soal jarak tempuh, dan tetap nyaman digunakan di kota maupun perjalanan jauh.Keputusan final terkait peluncuran EREV di Amerika dan Eropa akan bergantung pada permintaan konsumen, namun langkah ini menunjukkan VW berupaya menyesuaikan strategi mobil listriknya dengan realitas pasar global.