Ilustrasi pabrik baterai mobil listrik. Pencurian kabel tembaga kini menjadi masalah serius bagi industri kendaraan listrik (EV). Kabel pengisian EV yang terbuat dari tembaga, logam berharga, kerap menjadi target pencurian karena nilai jualnya tinggi. Kondisi ini tidak hanya merugikan operator stasiun pengisian, tetapi juga mengganggu pengguna kendaraan listrik yang bergantung pada ketersediaan layanan pengisian daya. Berbagai perusahaan pengisi daya EV kini mengambil langkah inovatif untuk melindungi infrastruktur mereka dari ancaman ini. Ilustrasi baterai mobil listrik. Tantangan Pencurian Kabel Tembaga di Stasiun EVSeiring meningkatnya popularitas kendaraan listrik, jumlah stasiun pengisian EV juga meningkat. Namun, kabel pengisian yang terbuat dari tembaga menjadi sasaran empuk bagi pencuri. Pencurian ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial bagi operator, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan pengguna. Ketika kabel hilang atau rusak, kendaraan listrik tidak bisa diisi, sehingga mengurangi keandalan jaringan pengisian. Perusahaan seperti ChargePoint menghadapi tekanan besar untuk menjaga layanan tetap aman dan tersedia bagi pelanggan. Selain itu, pencurian kabel tembaga dapat menimbulkan risiko keamanan, termasuk korsleting listrik atau kerusakan perangkat, sehingga perlindungan fisik dan teknologi menjadi sangat penting. Strategi dan Inovasi PengamananBeberapa perusahaan pengisi daya EV telah mengembangkan berbagai metode inovatif untuk melindungi kabel pengisian dari pencurian, dikutip VIVA dari SlahGear Selasa, 11 November 2025:1. Kabel Tahan PotongChargePoint memperkenalkan kabel dengan lapisan pelindung baja yang tahan terhadap pemotongan menggunakan alat manual maupun bertenaga. Selain itu, perangkat lunak keamanan mereka, ChargePoint Protect, dapat mendeteksi jika kabel dicoba dipotong atau dirusak secara real-time. Sistem ini langsung memberi peringatan ke operator stasiun sehingga tindakan cepat bisa diambil.2. Kabel yang Bisa Dikunci dan Disimpan AmanBeberapa operator EV, seperti It’s Electric di Brooklyn, menggunakan sistem kabel yang bisa dikunci dalam kompartemen aman saat tidak digunakan. Ini mengurangi visibilitas kabel dan menurunkan risiko pencurian, terutama di area yang minim pengawasan.3. Teknologi Pelacakan dan ForensikDi Inggris, penyedia layanan InstaVolt menggunakan sistem CableGuard, yaitu selongsong kabel yang sulit dipotong serta dilengkapi cairan forensik yang hanya terlihat dengan sinar UV. Kabel yang dicuri dapat dilacak atau dikenali dengan cepat.Selain itu, InstaVolt memanfaatkan CCTV bertenaga AI untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, patroli keamanan, dan teknologi geo-tracking agar kabel selalu dapat dipantau posisinya.Seiring pertumbuhan industri kendaraan listrik, masalah non-teknis seperti pencurian kabel tembaga menjadi tantangan nyata bagi operator stasiun pengisian. Inovasi yang dilakukan oleh perusahaan seperti ChargePoint, It’s Electric, dan InstaVolt menunjukkan bahwa keamanan infrastruktur EV kini menjadi fokus utama. Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik.Langkah-langkah ini meliputi kombinasi teknologi keras (kabel tahan potong, selongsong pelindung), perangkat lunak (deteksi tampering), dan sistem operasional (CCTV AI, patroli keamanan, pelacakan kabel).Dengan demikian, menjaga keandalan pengisian EV bukan hanya soal jumlah stasiun atau kecepatan pengisian, tetapi juga kemampuan infrastruktur untuk bertahan dari ancaman kriminalitas.