Baterai menjadi komponen termahal sekaligus paling krusial pada kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik. Optimisme yang kerap digaungkan adalah hadirnya baterai ideal yang murah, berukuran kecil, awet, serta mampu membawa kendaraan menempuh jarak jauh sekaligus. Hendro Sutono, penggiat kendaraan listrik sekaligus juru bicara KOSMIK Indonesia (Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia), menilai anggapan tentang baterai ideal sulit diwujudkan karena tidak sesuai dengan realitas teknis. Baterai motor listrik Kupprum URB-X "Ini adalah mitos yang paling sering dibungkus dengan janji 'teknologi masa depan'. Dalam praktik rekayasa, desain baterai selalu berhadapan dengan kompromi," kata Hendro kepada Kompas.com, Kamis (18/12/2025). "Kapasitas besar menuntut ukuran dan biaya yang lebih tinggi. Umur panjang membutuhkan batas operasi yang konservatif," ujarnya. Hendro menilai, apabila harga jual motor listrik dibuat murah, biasanya ada aspek yang harus dikorbankan, salah satunya kemampuan baterai. Baterai motor listrik Adora EV pakai lithium-ion "Harga murah sering kali mengorbankan performa atau daya tahan. Teknologi memang terus berkembang, tetapi hukum trade-off tidak pernah benar-benar hilang," katanya. "Yang bisa dilakukan industri adalah menyeimbangkan kompromi tersebut sesuai kebutuhan pengguna, bukan menghapusnya sepenuhnya," ujar Hendro. Ia menjelaskan, ketika produsen ingin menghadirkan baterai berkapasitas besar agar jarak tempuh lebih jauh, konsekuensinya adalah ukuran dan bobot baterai yang ikut bertambah, serta biaya produksi yang lebih tinggi. Ilustrasi fast charging buat mengecas motor listrik Sebaliknya, baterai dengan ukuran kecil dan bobot ringan umumnya memiliki kapasitas terbatas sehingga jarak tempuhnya pun lebih pendek. Begitu pula dengan umur pakai. Baterai yang dirancang agar lebih awet biasanya dioperasikan dalam batas aman tertentu, misalnya tidak diisi hingga 100 persen atau tidak dikosongkan hingga benar-benar habis. Pendekatan tersebut memang mampu menjaga kesehatan sel baterai, tetapi sering kali berdampak pada jarak tempuh yang tidak bisa dimaksimalkan sepenuhnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang