Penggunaan kamera dasbor atau dashcam semakin umum karena mampu merekam perjalanan dan menjadi bukti visual ketika terjadi insiden di jalan. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah kapasitas memori. Kapasitas yang terlalu kecil bisa membuat rekaman cepat penuh, namun kapasitas terlalu besar juga bisa mubazir. Rahmat, Senior Sales Executive PT Whiteeast Indonesia, distributor dashcam Blackvue, mengatakan bahwa kebutuhan memori sangat bergantung pada pola penggunaan mobil sehari-hari. Dashcam di GJAW 2025 “Biasanya gini, kalau perhitungan pemakaian memori di dashcam, paling aktivitas hari-hari kita, pemakaian mobil," ujar Rahmat kepada Kompas.com, belum lama ini. "Misalkan dari rumah ke kantor 1 jam. Terus di kantor kita taruh lah, hidupkan parking mode 1–2 jam. Sama balik lagi ke rumah 1 jam. Jadi kurang lebih 3 jam," ujarnya. "Rata-rata orang pemakaian mobil nggak lebih dari 4 jam sehari. Buat pemakaian hari-hari itu umumnya 4 jam,” ujar Rahmat. Dengan pola penggunaan seperti itu, Rahmat mengatakan memori berkapasitas sedang dinilai sudah mencukupi untuk kebutuhan harian. Pilihan dashcam baru di GIIAS 2025 Namun, Rahmat tetap menyarankan memilih kapasitas yang lebih besar bagi pengguna yang sering mengaktifkan parking mode atau kerap menempuh perjalanan jauh agar rekaman tetap optimal. Rahmat memberi contoh, untuk merek Blackvue paling tinggi hingga kapasitas 512 GB, bisa digunakan selama 60 jam non-stop merekam. "Itu untuk kondisi menyala, mati, dan mode parkir. Karena parkir juga kan dia merekam ya," ujar Rahmat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang