PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), pemegang merek United E-Motor, melihat adanya percepatan perubahan perilaku masyarakat menuju kendaraan yang hemat dan ramah lingkungan. Hal ini tak lepas dari meningkatnya isu harga bahan bakar minyak (BBM). Momentum tersebut diperkirakan akan mendorong lonjakan permintaan kendaraan listrik mulai kuartal II 2026. Menangkap peluang tersebut, perseroan akan menerapkan langkah ekspansi dari sisi produksi. UNTD menyiapkan total investasi sekitar Rp 400 miliar yang dialokasikan untuk pembelian lahan dan fasilitas pabrik sebesar Rp 250 miliar, serta pengembangan pabrik Rp 150 miliar. Pendanaan ekspansi ini akan berasal dari pihak ketiga, baik melalui perbankan maupun investor strategis. United E-Motor Home Service Presiden Direktur UNTD Stephen Mulyadi menyampaikan, isu BBM yang terjadi saat ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. "Kami melihat adanya pergeseran yang semakin nyata di masyarakat, dan UNTD ingin berada di garis depan dalam menjawab kebutuhan tersebut melalui kesiapan kapasitas produksi yang lebih besar dan terintegrasi," katanya, Rabu (8/4/2026). Sementara itu, Direktur UNTD Andrew Mulyadi menjelaskan, pihaknya memproyeksikan kuartal II 2026 akan menjadi titik awal peningkatan permintaan yang lebih signifikan. "Karena itu, ekspansi yang akan dilakukan bukan hanya soal peningkatan kapasitas, tetapi juga strategi jangka panjang memperkuat posisi UNTD di industri kendaraan listrik nasional. Dukungan dari perbankan dan investor menjadi fondasi penting dalam merealisasikan rencana ini," kata Andrew. Produksi Adapun kapasitas produksi UNTD saat ini berada di angka 50.000 unit per bulan untuk sepeda dan sepeda listrik, dengan komposisi 40.000 unit sepeda dan 10.000 unit sepeda listrik. Sementara kapasitas produksi motor listrik mencapai 5.000 unit per bulan. Produsen sepeda motor listrik United E-Motor Seiring dengan rencana ekspansi, UNTD menargetkan lonjakan kapasitas produksi yang signifikan. Kapasitas sepeda akan tetap di angka 40.000 unit per bulan, sementara sepeda listrik ditingkatkan hingga 40.000 unit per bulan dan motor listrik melonjak menjadi 20.000 unit per bulan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang