Dewasa ini perkembangan adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kian pesat. Namun belum semua lini mengalami kondisi serupa, khususnya roda dua yang masih mendapati beragam tantangan. Former ENTREV Duwi Pratiwi menyampaikan, beberapa tantangan yang kerap dialami pengguna roda dua ialah mengenai daya tempuh kendaraan sebagai angkutan komuter serta kesiapan infrastruktur yang mendukungnya. "Perkembangan EV di Indonesia sangat pesat, terutama roda empat. Bisa dilihat di pameran GIIAS 2026 ini banyak sekali produk maupun model baru. Tapi di satu sisi, sepeda motor tampak masih mengalami halangan terutama yang kami lihat soal pengisian daya," kata dia di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (1/8/2026). Fast Charging Motor Listrik dari DRMA Fast Charging Rakitan Lokal Menjawab hal tersebut, emiten manufaktur otomotif dalam negeri PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), melalui anak usahanya PT Dharma Electrindo Manufacturing (DEM), menghadirkan fasilitas fast charging 2W dan Buffer Charging untuk roda dua listrik berbasis baterai buatan lokal. Fast Charging 2W diklaim mampu mengisi daya baterai motor listrik sekitar 15 menit. Sementara Buffer Charging dirancang sebagai perangkat pengisian daya portabel yang dapat dibawa ke berbagai lokasi, termasuk wilayah dengan infrastruktur listrik terbatas. Peluncuran Fast Charging Rakitan Lokal Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk Irianto Santoso mengatakan, kehadiran kedua produk tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan membangun ekosistem kendaraan listrik roda dua yang lebih terintegrasi. "Fast Charging merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem EV yang terintegrasi, berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional," ujar Irianto. Menurut dia, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga memastikan proses pengisian daya dapat dilakukan secara cepat, mudah, aman, dan terjangkau oleh masyarakat. Ilustrasi motor listrik, sepeda motor listrik. Menjelang musim mudik Lebaran, mobilitas masyarakat yang meninggalkan kendaraan di rumah dalam waktu cukup lama diprediksi akan meningkat. Bagi pemilik motor listrik, ada beberapa perlakuan khusus yang wajib diperhatikan agar kondisi kendaraan tetap optimal dan aman saat kembali digunakan. TKDN 50 Persen Direktur PT Dharma Electrindo Manufacturing (DEM) Laberte Andri H mengklaim bahwa tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari fasilitas tersebut sudah memenuhi 50 persen. Angka tersebut akan terus ditingkatkan meski dirinya masih enggan untuk merinci bagian apa saja yang sudah dilokalkan. "Untuk TKDN sekitar 50-55 persen, dan akan terus kita tingkatkan. Kalau untuk target, kita saat ini masih dalam tahap perkenalan. Pengadaannya juga biasa di akhir tahun, bukan untuk tahun ini," katanya.