Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik Mobil listrik semakin populer di Indonesia seiring bertambahnya pilihan model dan infrastruktur pengisian daya. Namun, di balik kemudahan tersebut, kebiasaan mengisi daya terlalu sering justru perlu dihindari agar performa kendaraan tetap optimal. Banyak pemilik mobil listrik masih membawa pola pikir kendaraan konvensional, yakni mengisi energi setiap kali kendaraan selesai digunakan. Padahal, karakter baterai mobil listrik berbeda dengan tangki bahan bakar mobil bermesin bensin atau diesel.Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Kamis 1 Januari 2026, baterai lithium-ion yang digunakan pada mobil listrik memiliki siklus pengisian daya tertentu. Semakin sering baterai diisi dari kondisi penuh ke penuh, maka siklus tersebut akan lebih cepat terpakai dan berpotensi menurunkan usia pakai baterai. Sebagian pabrikan bahkan menyarankan pengisian daya dilakukan saat kapasitas baterai berada di kisaran tertentu. Umumnya, level ideal berada di antara 20 hingga 80 persen untuk penggunaan harian agar kesehatan baterai lebih terjaga.Kebiasaan mengecas mobil listrik setiap hari, terutama hingga 100 persen, bisa memicu tekanan berlebih pada sel baterai. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan degradasi kapasitas meski mobil belum berusia lama. Selain itu, pengisian daya yang terlalu sering juga berpengaruh pada efisiensi penggunaan listrik. Konsumsi energi yang tidak perlu dapat meningkatkan biaya listrik bulanan, terutama bagi pengguna home charger dengan daya terbatas. Dari sisi teknis, mobil listrik modern sebenarnya sudah dibekali sistem manajemen baterai yang canggih. Sistem ini dirancang untuk mengatur suhu, arus, dan tegangan agar pengisian tetap aman, namun bukan berarti kebiasaan pengguna bisa diabaikan. Pengisian daya sebaiknya disesuaikan dengan pola penggunaan kendaraan. Jika mobil hanya digunakan untuk perjalanan jarak pendek dan sisa baterai masih mencukupi, maka menunda pengisian justru lebih disarankan.Untuk perjalanan jauh atau kebutuhan khusus, pengisian hingga penuh tetap dibolehkan. Namun praktik ini idealnya tidak dilakukan setiap hari agar baterai tidak terus berada pada kondisi tegangan tinggi.