BYD Motor Indonesia sudah mulai melakukan pembangunan pabrik di daerah Subang, Jawa Barat. Pabrik tersebut diklaim memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun. Kapasitas besar itu disiapkan untuk menopang pertumbuhan BYD di Indonesia, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik. Pabrik BYD di Zhengzhou, China Dengan basis produksi di dalam negeri, BYD berharap dapat lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus memperkuat ekosistem industri otomotif nasional. Tanggapan BYD Indonesia "Ya, tentunya karena kita sudah berbasis manufaktur dan industri, kita ingin utilisasi dari manufaktur itu teroptimal dengan baik," ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, kepada wartawan, saat ditemui di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, di JIExpo Kemayoran, belum lama ini. BYD Atto 3 IIMS 2026 Menurut Luther, pembangunan pabrik tersebut bukan sekadar menghadirkan fasilitas produksi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang BYD di Tanah Air. Dengan kapasitas yang sudah disiapkan, perusahaan menargetkan tingkat pemanfaatan pabrik bisa mendekati kondisi ideal. "Saat ini, kami membangun fasilitas manufaktur yang berkapasitas 150.000 unit per tahun. Artinya, kami ingin berjuang untuk utilisasi itu dioptimalkan, paling tidak mendekati jumlah kondisi optimal," kata Luther. Jumlah produksi pada umumnya disesuaikan dengan jumlah permintaan. Langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan pasokan, sekaligus menghindari terjadinya penumpukan unit kendaraan, baik di area pabrik maupun jaringan diler. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), untuk penjualan secara retail di sepanjang 2025, BYD mampu mencatatkan jumlah 44.342 unit. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, meski masih berada di bawah kapasitas produksi maksimal pabrik yang tengah dibangun. "Namun, kami sampai saat ini masih menghitung secara komprehensif secara internal. Namun, ide dasarnya seperti itu. Ya, kami ingin menjual, kalau bisa, mengoptimalkan kuantitas yang bisa diproduksi oleh manufaktur kami," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang