Posko mudik BYD Tahun ini, BYD memperluas cakupan layanan dengan menghadirkan enam Posko Mudik yang tersebar di sepanjang jalur Tol Trans Jawa. Posko tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026 untuk mendukung perjalanan pengguna kendaraan listrik BYD selama periode arus mudik dan balik Lebaran. GULIR UNTUK LANJUT BACA Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengatakan bahwa kehadiran posko ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya pengguna kendaraan listrik.“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat memperkenalkan inisiatif yang menjadi bagian dari komitmen BYD dalam mendukung mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya pada bulan suci Ramadan serta periode mudik yang menjadi momen penting bagi jutaan masyarakat di Tanah Air,” ujar Luther di KM57A, Karawang, Jawa Barat, Jumat 13 Maret 2026.Menurut dia, peningkatan layanan ini tidak terlepas dari pertumbuhan pesat adopsi kendaraan listrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Jika melihat perkembangan lima tahun terakhir, populasi kendaraan listrik di Tanah Air menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.Pada 2024, jumlah kendaraan listrik tercatat sekitar 43.000 unit. Angka tersebut kemudian melonjak lebih dari dua kali lipat pada 2025 menjadi sekitar 104.000 unit. Saat ini, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia bahkan telah mencapai sekitar 15 persen dengan total kendaraan listrik yang beredar diperkirakan sekitar 175.000 unit.“Sepanjang periode tersebut, kami juga bangga bahwa BYD berkontribusi terhadap pertumbuhan pasar EV dengan menjual serta mengirimkan kendaraan lebih dari 80.000 unit di seluruh Indonesia,” kata Luther.Pertumbuhan populasi kendaraan listrik tersebut juga diikuti meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan mobil listrik dalam perjalanan mudik. Data yang dihimpun BYD menunjukkan jumlah kendaraan listrik yang melintas di jalur mudik terus meningkat setiap tahun.Pada periode mudik 2024 tercatat sekitar 4.300 unit kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 13.600 unit pada 2025. Untuk musim mudik tahun ini, jumlahnya diperkirakan dapat melampaui 30.000 unit.“Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang percaya menggunakan EV untuk perjalanan jarak jauh, termasuk untuk mudik,” ujar Luther.Sebagai respons terhadap tren tersebut, BYD memperkuat dukungan layanan melalui Posko Mudik yang dilengkapi berbagai fasilitas. Selain menyediakan area istirahat bagi pengguna, posko ini juga menghadirkan dukungan servis kendaraan serta layanan pelanggan yang siaga selama periode mudik.BYD juga memperkenalkan fasilitas pengisian daya cepat atau fast charging di salah satu titik posko, yakni di Rest Area KM 57A. Fasilitas ini menjadi fast charging pertama yang dimiliki langsung oleh BYD dalam jaringan Posko Mudik mereka. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Tak hanya itu, perusahaan juga memperluas jaringan emergency dealer yang siap membantu pengguna selama perjalanan. Jika pada 2025 jaringan tersebut tersedia di 12 lokasi, pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 21 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.Dengan dukungan infrastruktur dan layanan tersebut, BYD berharap pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih tenang, aman, dan nyaman.