BYD dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk terlibat dalam ajang balap Formula 1. Produsen kendaraan listrik asal China itu sedang melakukan pembicaraan untuk masuk ke kejuaraan balap paling bergengsi di dunia tersebut. Dikutip dari Carnewschina.com, Jumat (13/3/2026), langkah itu disebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk meningkatkan kesadaran merek secara global, seiring dengan ekspansi penjualan kendaraan listrik BYD di berbagai negara. Jika rencana tersebut terealisasi, maka BYD berpotensi bersaing dengan sejumlah tim legendaris di Formula 1 seperti Ferrari dan McLaren. Kehadiran pabrikan baru juga sejalan dengan tren masuknya produsen otomotif besar ke ajang balap tersebut. Top speed BYD Yangwang U9 Extreme Sebelumnya, General Motors melalui merek Cadillac juga dipastikan akan bergabung ke Formula 1 dan dijadwalkan memulai debutnya pada 8 Maret lalu. BYD sendiri telah menghentikan produksi kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) sejak Maret 2022. Saat ini, BYD hanya berfokus pada pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) serta plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Pada sisi lain, teknologi yang digunakan di Formula 1 juga terus berkembang menuju elektrifikasi. Dalam lebih dari satu dekade terakhir, mobil balap F1 telah menggunakan sistem penggerak hybrid yang menggabungkan mesin pembakaran dengan motor listrik. DiSus-X System pada BYD Yangwang U9 Mulai musim 2026, Formula 1 akan memperkenalkan regulasi baru pada unit tenaga yang secara signifikan meningkatkan kontribusi tenaga listrik. Dalam aturan tersebut, mobil F1 akan memiliki komposisi tenaga listrik yang hampir mencapai 50 persen dari total output. Salah satu komponen yang mengalami peningkatan adalah MGU-K (Motor Generator Unit–Kinetic) yang mampu menghasilkan tenaga hingga 350 kW ke roda belakang, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang hanya 120 kW. Motor listrik tersebut dipadukan dengan mesin V6 turbocharged berkapasitas 1,6 liter. Apabila benar-benar bergabung di Formula 1, BYD disebut berpotensi memanfaatkan teknologi yang dikembangkan oleh merek premiumnya, Yangwang. Merek yang diluncurkan pada Januari 2023 itu berada di atas lini produk mainstream dan premium BYD. YangWang U9 Salah satu model andalannya adalah Yangwang U9 yang menggunakan platform e4 dengan empat motor listrik independen. Mobil tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 960 kW atau setara 1.287 tk dan mampu berakselerasi dari 0-100 km per jam dalam waktu sekitar 2,3 detik. Bahkan pada versi Extreme, tenaga yang dihasilkan disebut mencapai 3.000 tk. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti bentuk keterlibatan BYD di Formula 1. BYD disebutkan memiliki dua opsi, yakni bergabung sebagai tim ke-12 atau mengakuisisi tim yang sudah ada. Salah satu tim yang dikabarkan masuk dalam pembahasan adalah Alpine yang dimiliki Renault. Yangwang U9 Selain Formula 1, BYD juga dilaporkan mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam ajang balap lain, yakni World Endurance Championship. Ketertarikan pabrikan otomotif China terhadap dunia motorsport memang semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, Chery disebut tengah mempertimbangkan untuk berpartisipasi di ajang balap ketahanan Le Mans. Sementara itu, produsen mobil listrik Nio telah terlibat dalam Formula E selama lebih dari satu dekade. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang