Menambahkan air keran ke radiator mobil sebenarnya boleh dilakukan, tetapi hanya dalam kondisi darurat. Sistem pendingin mesin dirancang untuk menggunakan cairan khusus berupa coolant yang memiliki fungsi lebih lengkap dibandingkan air biasa. Dalam situasi tertentu, seperti ketika mobil kehabisan cairan radiator di tengah perjalanan dan tidak ada coolant yang tersedia, air keran dapat digunakan sementara. Langkah ini dilakukan agar mesin tetap memiliki pendingin dan terhindar dari risiko overheating yang dapat merusak komponen mesin. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan air keran memiliki kandungan mineral seperti kalsium dan magnesium. Kandungan ini dapat meninggalkan endapan atau kerak di dalam radiator serta jalur pendingin mesin jika digunakan terus-menerus. “Kerak yang terbentuk dari mineral tersebut dapat menghambat aliran cairan pendingin. Jika sirkulasi terganggu, proses pelepasan panas dari mesin menjadi tidak optimal sehingga suhu mesin berpotensi meningkat,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (13/3/2026). Selain itu, air keran tidak memiliki zat anti karat. Akibatnya, komponen logam di dalam sistem pendingin seperti radiator, water jacket, dan pipa pendingin berisiko mengalami korosi dalam jangka panjang. Ilustrasi cairan pendingin mesin Berbeda dengan air biasa, coolant radiator diformulasikan dengan berbagai bahan tambahan. Cairan ini mengandung zat anti karat, anti busa, serta aditif yang membantu menjaga performa sistem pendingin. Coolant juga memiliki kemampuan menahan suhu tinggi dan rendah dengan lebih baik. Hal ini membuat suhu mesin tetap stabil saat kendaraan digunakan dalam berbagai kondisi. Jika terpaksa menggunakan air keran, langkah tersebut sebaiknya hanya bersifat sementara. Setelah itu, pemilik kendaraan disarankan segera menggantinya dengan coolant yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. “Alternatif yang sedikit lebih baik dibanding air keran adalah menggunakan air demineral atau air aki tutup botol biru. Air jenis ini memiliki kandungan mineral yang jauh lebih rendah sehingga risiko terbentuknya kerak lebih kecil,” ucap Imun. Kesimpulannya, air keran boleh digunakan untuk kondisi darurat, tetapi tidak dianjurkan sebagai cairan radiator dalam jangka panjang. Penggunaan coolant tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga suhu mesin stabil sekaligus melindungi komponen sistem pendingin dari karat dan kerusakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang