JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan mudik sering kali identik dengan kemacetan panjang, terutama di ruas tol dan jalur utama antar kota. and-go seperti ini membuat mesin mobil bekerja lebih berat, sehingga risiko mesin panas berlebih atau overheat meningkat. Salah satu faktor penting yang kerap diabaikan pengendara adalah coolant, cairan pendingin mesin yang berperan menjaga suhu tetap stabil. Menurut Fendy, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN), distributor resmi radiator Koyorad di Indonesia, penggunaan coolant yang tepat menjadi kunci agar mesin tetap aman selama perjalanan jauh. "Coolant bukan hanya soal warna atau merek, tetapi kualitasnya menentukan titik didih dan perlindungan terhadap korosi. Coolant yang buruk mudah mendidih saat setop-and-go, sehingga tidak mampu mendinginkan mesin secara optimal. Risiko lain, korosi pada blok mesin atau penyumbatan pipa radiator bisa terjadi, yang akhirnya menimbulkan overheat," kata Fendy kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2026). Ilustrasi menuang coolant ke radiator. Fendy menambahkan, meski radiator dan kipas pendingin berfungsi optimal, kualitas coolant tetap menjadi faktor utama. "Radiator hanya bisa menyalurkan panas jika coolant bekerja dengan baik. Kalau cairan pendingin terlalu lama digunakan atau kualitasnya rendah, mesin tetap berisiko panas berlebih di jalur macet," ujarnya. Selain titik didih, Fendy menyarankan pengendara memperhatikan kandungan bahan kimia anti-rust pada coolant. Bahan ini mencegah karat di blok mesin dan pipa radiator, yang bisa menimbulkan penyumbatan dan kebocoran radiator. "Perjalanan mudik sering panjang dan setop-and-go. Jadi, pengecekan rutin sebelum berangkat sangat penting. Ganti coolant sesuai rekomendasi pabrikan, dan pastikan levelnya cukup," katanya. Penggunaan coolant berkualitas rendah tidak hanya menimbulkan risiko overheat, tetapi juga berpotensi merusak komponen mesin dalam jangka panjang. Penyumbatan radiator akibat korosi bisa memicu kebocoran, memperparah risiko panas berlebih, bahkan membuat kendaraan mogok di tengah perjalanan. Bagi pemudik, langkah preventif ini sederhana tetapi krusial: cek level dan kondisi coolant, pastikan menggunakan cairan pendingin yang sesuai spesifikasi pabrikan, dan perhatikan umur coolant. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang