Pengguna mobil listrik perlu memperhatikan pola pengisian daya baterai sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, termasuk saat mudik Lebaran. Manajemen pengisian yang tepat bukan hanya membantu menjaga kondisi baterai, tetapi juga memastikan kendaraan tetap siap digunakan selama perjalanan. Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, mengatakan pengemudi sebaiknya mulai melakukan pengisian ketika kapasitas baterai tersisa sekitar 20 persen. Ilustrasi mobil listrik. “Pola charging ideal untuk baterai adalah memaksimalkan pengisian saat baterai berada di sekitar 20 persen. Tujuannya untuk menjaga SOH atau battery health yang ada di kendaraan,” ujar Ryan di Jakarta, Minggu (8/3/2026). SOH atau state of health merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kesehatan baterai. Semakin baik nilai SOH, semakin optimal pula performa dan daya tahan baterai mobil listrik dalam jangka panjang. Karena itu, menjaga pola pengisian menjadi penting, terutama ketika kendaraan akan digunakan untuk perjalanan jauh. Pengisian pada level baterai yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas kinerja baterai sekaligus mengurangi risiko penurunan performa. Selain waktu pengisian, metode pengisian daya juga perlu diperhatikan. Untuk penggunaan sehari-hari, Ryan menyarankan pemilik kendaraan lebih sering menggunakan pengisian arus bolak-balik atau AC charging yang umumnya tersedia di rumah. Menurut dia, metode pengisian ini cenderung lebih stabil karena suhu yang masuk ke baterai lebih terkontrol dibandingkan pengisian cepat. Kondisi SPKLU di ruas Tol Cipali saat Libur Nataru “Untuk kebutuhan harian, sebaiknya menggunakan AC charging di rumah karena suhu pengisian lebih stabil dan membantu menjaga kondisi baterai,” kata Ryan. Di samping itu, pengisian menggunakan AC charging juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan DC fast charging yang biasanya tersedia di stasiun pengisian daya publik. Dengan kombinasi waktu pengisian yang tepat dan metode pengisian yang sesuai, kondisi baterai mobil listrik dapat tetap terjaga. Ini penting agar kendaraan tetap andal digunakan, termasuk untuk perjalanan mudik jarak jauh.