Intensitas hujan pada pagi hari cukup tinggi untuk sebagian besar wilayah Jabodetabek. Tak jarang, kondisi ini menimbulkan genangan air yang cukup tinggi atau banjir. Banyak juga pengemudi yang nekat menerabas banjir, baik pengemudi mobil listrik maupun mobil bensin. Perlu diketahui, keduanya sama-sama berisiko mengalami kerusakan. Tapi, berbeda jenis kerusakannya. Maulana Hakim, Aftersales Director Wuling Motors, mengatakan, untuk risiko banjir itu berbeda antara mobil Internal Combustion Engine (ICE) dan mobil listrik. Test drive Aion UT di GIIAS 2025 "Bila mobil ICE (bensin/diesel) itu risiko kerusakan ada pada area mesin dan knalpot. Sedangkan untuk mobil listrik, itu risiko kerusakan bisa terjadi pada komponen baterai, motor listrik, dan motor control unit," ujar Maulana, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Hal senada diungkapkan oleh Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit. Dia mengatakan, risiko banjir pada mobil listrik dan mobil ICE berbeda. Tapi, mobil listrik cenderung lebih aman. "Mobil ICE berisiko water hammer dan kerusakan mesin akibat air masuk intake. Sedangkan mobil listrik lebih aman di genangan sedang, karena komponen tersegel dan baterai di bawah lantai," kata Budi. Hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta hingga menyebabkan genangan air di beberapa titik. Penumpang Whoosh diimbau datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan. Selain itu, pada umumnya baterai mobil listrik sudah memiliki sertifikat IP67. Sertifikat tersebut membuktikan bahwa baterai sudah teruji tahan air. "Namun, tetap rentan jika terendam sangat lama atau air menembus soket tegangan tinggi, menimbulkan risiko korsleting dan sengatan, meski produsen sudah memberikan proteksi tinggi, dengan ketinggian air menjadi faktor penentu utama untuk keduanya," ujarnya. Budi mengatakan, ada beberapa risiko banjir pada mobil ICE. Pertama, water hammer, ketika air masuk ke ruang bakar, menyebabkan piston menabrak air (yang tidak bisa dikompresi), dan merusak komponen mesin parah. Jalan Pantura Semarang-Demak, Jawa Tengah masih tergenang, Senin (3/2/2025). "Kerusakan kelistrikan dan sensor. Sistem kelistrikan konvensional sensitif terhadap air, berisiko korsleting, merusak ECU, sensor, dan komponen lain. Lalu, masalah pembakaran. Air bisa masuk ke sistem bahan bakar atau knalpot, mengganggu pembakaran," ujar Budi. Begitu pula dengan mobil listrik juga ada beberapa komponen yang berisiko mengalami kerusakan. Menurut Budi, bisa terjadi korsleting pada baterai. "Baterai bertegangan tinggi terlindungi (tahan air IP67), namun jika pelindung rusak atau air menembus soket bertegangan tinggi dalam waktu lama, bisa korsleting, bahkan risiko sengatan listrik," kata Budi. Aman dalam kondisi hujan lebat dan lewati genangan, LEPAS L8 dibekali baterai bawah bodi dengan perlindungan IP68/IPX9K serta komponen tegangan tinggi berstandar IP67. "Kerusakan komponen tegangan tinggi. Motor listrik umumnya tersegel dan aman, tetapi komponen seperti inverter dan motor generator (pada hybrid) tetap berisiko rusak mahal jika terendam lama," ujarnya. Budi menambahkan, motor pada mobil listrik tidak punya lubang seperti intake pada mobil ICE. Jadi, lebih aman dari water hammer di genangan dangkal hingga sedang. "Kesimpulan perbedaan. Pertama, keamanan dasar, mobil listrik umumnya lebih aman di genangan sedang, karena desainnya yang kedap air dan tidak memiliki intake pembakaran seperti mobil ICE," ujar Budi. Baterai mobil listrik Wuling Air ev dites direndam air dengan kedalaman 1 meter "Kedua, jenis kerusakan. Mobil ICE lebih rentan water hammer dan kerusakan mekanis mesin, sementara EV rentan korsleting pada sistem tegangan tinggi jika proteksi tembus. Ketiga, faktor kritis. Pada kedua jenis mobil, ketinggian air (melebihi setengah ban atau kaca spion) dan durasi terendam adalah faktor penentu utama risiko kerusakan," kata Budi. Budi menyarankan, hindari menerjang banjir sedalam mungkin pada mobil jenis apa pun untuk mencegah kerusakan fatal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang