Insiden kecelakaan atau benturan keras sering kali menyisakan masalah pada komponen vital sepeda motor, yakni segitiga dan rangka. Jika sudah bengkok atau melintir, kenyamanan serta stabilitas berkendara pasti akan terganggu. Bagi pemilik motor yang mengalami kendala tersebut, jasa press menjadi solusi alternatif selain mengganti komponen baru yang harganya relatif lebih mahal. Namun, berapa sebenarnya biaya yang harus disiapkan? Yulius Heriyanto, pemilik bengkel spesialis press rangka dan segitiga JBB di Kalimalang, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa tarif perbaikan bergantung pada jenis motor dan tingkat kerusakan. Proses press segitiga motor "Segitiga buat bebek atau matik 125 cc ke bawah itu Rp 150.000. Kalau yang 125 cc ke atas sampai motor batangan (sport), biayanya Rp 185.000 sampai Rp 225.000," ujar pria yang akrab disapa Iyus kepada Kompas.com belum lama ini. Jika kerusakan tidak hanya pada segitiga melainkan merambat ke bagian sasis, Iyus mematok tarif lebih mahal untuk perbaikan secara menyeluruh. "Kalau rangka full body press itu Rp 450.000," kata Iyus. Perbaikan Vespa Lebih Terjangkau? Berbeda dengan motor Jepang pada umumnya, perbaikan rangka motor asal Italia seperti Vespa memerlukan penanganan khusus. Hal ini dikarenakan struktur bodi Vespa yang menggunakan sistem monokok atau berbahan pelat besi. "Kalau Vespa beda lagi, bisa sampai Rp 1,5 juta. Vespa kan pelat, kita panggil orang untuk las ketok, tapi di-press di sini," ucap Iyus. Prosesnya pun lebih rumit karena material pelat tidak bisa langsung ditekan begitu saja. Jika kondisi bengkoknya sudah cukup parah, diperlukan teknik pemanasan untuk mengembalikan bentuk aslinya. "Namanya pelat, kalau bengkok harus dipanaskan sedikit, dibentuk dulu. Kalau kondisi yang sudah parah banget, bisa sampai Rp 2 juta," tutur dia. Motor yang Sering "Masuk Pasien" Berdasarkan pengalaman Iyus, motor matik keluaran terbaru memang cukup rentan mengalami masalah pada area depan. Seperti Honda Vario 125 yang menurutnya memiliki material yang cenderung mudah bengkok mundur atau melintir saat terjadi benturan. Selain itu, skutik besar seperti Yamaha NMAX dan Aerox juga sering mampir ke bengkelnya, meski hanya fokus pada bagian segitiganya saja. "Kalau yang matik, paling NMAX dan Aerox yang sering dikerjain. Segitiga saja masalahnya, kalau sasis jarang, kuat dia," pungkas Iyus. Menurutnya, kerusakan ini biasanya terjadi akibat benturan saat tabrakan di kecepatan 30 kpj hingga 40 kpj. Jika sudah merasakan gejala setang tidak stabil atau miring, segera lakukan pengecekan agar tidak membahayakan saat digunakan kembali. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang